Sabtu, 27 Juni 2009 pukul 11:19:00
KERINCI--Kendati sudah mengeluarkan biaya pengiriman dan perlakuan hingga bisa dijual, buah dan sayuran dari Kerinci tidak diterima pasar di Jakarta. Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kerinci, Jambi, Lukman ketika dihubungi, Sabtu mengatakan, buah dan sayur dari Kerinci itu tidak diterima pasar Jakarta lantaran mengandung pestisida melebihi ambang batas, namun tidak seluruhnya ditolak.
Menurut dia, ada tiga supermarket besar di Jakarta yang mulai menolak produk asal Kerinci, hal ini ada kaitannya dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kerinci belum lama ini.
Selain itu, ribuan petani di Kerinci juga diindikasikan telah terkontaminasi pestisida akibat pengunaan yang berlebihan selama ini. "Setelah kita coba menghubungi tiga supermarket besar yang ada di Jakarta, rupanya mereka menolak produk dari Kerinci masuk dengan alasan produk dari Kerinci terkontaminasi pestisida," ungkap Lukman.
Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak terlebih para petani, sudah saatnya memulihkan "image" buruk tersebut, sehingga produk Kerinci bisa diterima di daerah lain. Diharapkan petani tidak lagi banyak bergantung pada pestisida tapi beralih ke pertanian organik sehingga pangsa pasar dari produk yang dihasilkan lebih banyak dan luas.
Jika petani tetap menggunakan pestisida melebihi dosis, sama artinya Kerinci menjual racun dan sudah barang tentu akan ditolak orang luar. Konsumen saat ini meskipun mahal mereka tetap mencari produk yang tidak mengandung unsur kimiawi, dengan kata lain mereka akan mencari produk organik yang lebih sehat. "Kecenderungan masyarakat sekarang kan memilih produk organik karena tidak mengandung unsur kimia yang membahayakan kesehatan mereka," jelasnya.
Di pihak lain, staf Dinas Kesehatan Kerinci Raflizar SKOM menyebutkan, dari sampel yang diambil di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kayu Aro, Gunung Tujuh, Gunung Raya mengindikasikan, ribuan petani di tiga kecamatan itu sudah terkontaminasi pestisida, bahkan ada di antara beberapa petani sudah berada dalam ambang batas yang amat membahayakan kesehatan mereka. "Kita sudah menyarankan petani untuk tidak menggunakan pestisida lagi," jelasnya.(Antara/yto)
http://www.republika.co.id/berita/58851/Sayuran_dan_Buah_Kerinci_Ditolak_di_Jakarta

Post a Comment