Rabu, 15 Juli 2009 16:10 WIB
SOREANG, JABAR--MI: Angka putus sekolah di wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat meningkat terutama untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Kepala Sekolah SMK Pasundan-2 Banjaran Drs H Asep Firdaus MSi, Rabu mengaku terdapat 70 orang siswa yang mengundurkan diri karena alasan kondisi ekonomi keluarga akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami orang tua mereka.
Siswa putus sekolah itu rata-rata dari kalangan keluarga buruh pabrik garmen yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Bandung.
Angka putus sekolah pada SMK-2 Pasundan Banjaran terjadi sejak beberapa tahun belakangan dan rata-rata 50 siswa menyatakan mundur setiap tahun.
Siswa yang berhenti sekolah kebanyakan duduk pada kelas satu dan kelas dua dengan alasan harus ikut bekerja untuk membiayai kebutuhan keluarga karena orang tua mereka tidak lagi mendapatkan penghasilan.
Sejumlah siswa SMK-2 Pasundan Banjaran selama ini sambil bekerja seperti menarik becak dan jadi kuli pada pagi buta, dan selanjutnya pergi ke sekolah.
Tunggakan siswa pada SKM-2 Pasundan hingga saat ini mencapai Rp250 juta dari para siswa kalangan tidak mampu.
Kondisi serupa juga diakui Kepala SMA Pasundan Banjaran Dra Happy Mariana MSi, namun persoalan tersebut mulai terbantu dengan adanya program bantuan khusus murid (BKM).
Program BKM dari pemerintah pusat itu sebesar Rp360 ribu per siswa untuk membantu biaya sekolah Rp85 ribu per bulan.
Kendati alokasi BKM tidak mencukupi dari total kebutuhan yang diusulkan pihak sekolah.
SMA Pasudan Banjaran dalam tahun ini mendapat alokasi dana program BKM untuk 40 orang siswa tidak mampu. (Ant/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/85421/88/14/Angka-Putus-Sekolah-di-Bandung-Meningkat

Post a Comment