Selasa, 07 Juli 2009 | 08:11 WIB
TEMPO Interaktif, Padang - Pasokan batubara untuk PLTU Sijantang di Sawahlunto, Sumatera Barat hanya cukup untuk 30 hari ke depan. Sebab pemerintah menutup aktivitas 10 perusahaan tambang batu bara di wilayah itu, menyusul terjadinya ledakan di sebuah area tambang pada 16 Juni lalu.
“Batu bara untuk PLTU Sjantang kini hanya mengandalkan dari dua perusahaan batu bara tambang luar yang masih beroperasi sebanyak dari 10 ribu ton per bulan dari PT Allied Indo Coal Jaya dan 20 ribu ton dari CV Nusa Alam Lestari,” kata Manager PLTU Sijantang Luthfy Triheru, Selasa (7/7).
Padahal untuk menggerakkan dua turbin PLTU yng menghasilkan listrik masing-masing 85 MW dan 90 MW membutuhkan `1.900 hingga 2.000 ton batu bara per hari.
Tim audit dari Inspektur Tambang, menurut Wali Kota Swahlunto Amran Nur merekomedasikan sebagian besar lubang tambang dalam di Sawahlunto ditutup karena banyak yang tidak layak. Namun ini baru disampaikan secara lisan dan Pemerintah Kota Sawahlunto masih menunggu rekomendasi tertulis.
FEBRIANTI
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/07/07/brk,20090707-185590,id.html

Post a Comment