Metrotvnews.com, Gorontalo: Krisis bahan bakar minyak (BBM), terutama minyak tanah, kembali terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo. Beberapa warga, terutama ibu rumah tangga mengatakan, kelangkaan minyak tanah itu membuat mereka terpaksa antre. Kelangkaan sudah terjadi beberapa hari.
Anti M (37), salah seorang warga mengatakan, kebijakan konversi minyak tanah ke gas sebenarnya belum diberlakukan di Provinsi Gorontalo. Namun, ketersediaan minyak tanah di sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo kembali sulit diperoleh warga. "Kami sangat sulit mendapatkan minyak tanah. Yang dijual di pangkalan dibatasi penjualannya," kata Anti.
Mirna, warga lainnya, mengamini. Ia menuturkan, semula jatah pembelian tiap warga di pangkalan sebanyak lima liter, kini dibatasi hanya dua liter. Menurut Mirna, dengan perolehan jatah yang dibatasi tersebut warga terpaksa banyak yang beralih menggunakan kayu bakar.
Sejumlah pemilik pangkalan minyak tanah menegaskan, mereka terpaksa membatasi jatah pembelian warga. Sebab, jatah minyak tanah yang diperoleh dari agen juga dikurangi. "Biasanya kami memperoleh dua drum setiap minggu, tapi saat ini hanya satu drum," kata Karno, salah seorang pemilik pangkalan di Kota Gorontalo.(Ant/DOR)

Post a Comment