Senin, 06 Juli 2009 | 08:18 WIB
TEMPO Interaktif, Aix-en -India mengikuti langkah Rusia dan Cina mempertanyakan dominasi dolar Amerika Serikat. Penasihat ekonomi Perdana Menteri India, Suresh Tendulkar, menyarankan pemerintah India memperluas variasi cadangan mata uang asing mereka yang saat ini senilai US$ 264,6 miliar.
"Sebagian besar cadangan India dalam dolar yang menjadi masalah bagi kami," ujar Tendulkar dalam sebuah wawancara yang dilansir Bloomberg, ketika menghadiri konferensi ekonomi di Aix-en-Provence, Prancis.
Sebelumnya, Cina dan Rusia mengusulkan evaluasi atas penyusunan dan pengaturan cadangan mata uang. "Harus ada sistem yang menjaga stabilitas cadangan mata uang utama," ujar mantan Wakil Perdana Menteri Cina Zeng Peiyan secara terpisah di Beijing. Zeng menyoroti kekhawatiran Cina terhadap sistem keuangan global yang didominasi dolar.
Tendulkar mengatakan masalah ini perlu dibicarakan di lingkup internasional dan dibahas tak hanya di kalangan anggota G-8. "G-20 bisa membahas ini jika mau, karena punya peran yang lebih luas dan memiliki anggota yang dapat memimpin proses pemulihan ekonomi," ujarnya.
Pasar berkembang seperti India memang masih bergantung pada dolar Amerika--negara perekonomian terbesar dengan pasar ekspor senilai US$ 2,5 triliun. Data Dana Moneter Internasional bulan lalu menyebutkan, cadangan mata uang dalam dolar naik menjadi 65 persen pada triwulan pertama 2009, tertinggi sejak 2007.
BLOOMBERG | RIEKA RAHADIANA
http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2009/07/06/brk,20090706-185373,id.html

Post a Comment