Selasa, 14 Juli 2009 | 19:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Departemen Perdagangan mencatat sekurangnya 1.509 Importir Terdaftar )IT) lima produk tertentu terancam dicabut karena tidak menyerahkan kinerjanya. Karena itu Departemen meminta IT lima produk tertentu segera melengkapi laporan impor mereka.
"Kami masih dalam proses evaluasi kinerja, baru sebatas memberi tahu. Impor tidak impor itu harus lapor, kita lihat responnya," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida di kantornya, Selasa (14/7).
Lima produk tersebut antara lain garmen, elektronik, makanan dan minuman, alas kaki, serta mainan anak berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 56/2008 tentang impor produk tertentu hanya melalui lima pelabuhan. Aturan tersebut mulai berlaku sejak 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010.
Direktur Impor Direktorat Jenderal Perdagangan luar Negeri Partogi Pangaribuan mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat teguran kepada 1.509 IT dan memberi waktu lima belas hari untuk meresponnya. "Kalau tidak direspons maka status IT-nya dicabut. Kami masih melakukan evaluasi dan mengumumkan IT yang dicabut," kata dia.
Saat ini sekuranganya 3.347 perusahaan yang memiliki status IT lima produk tertentu yakni 1.524 IT produk elektronika, 495 IT pakaian jadi/ garmen, 470 IT mainan anak-anak, 477 IT produk makanan dan minuman, serta 381 IT produk alas kaki.
VENNIE MELYANI
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/07/14/brk,20090714-187155,id.html

Post a Comment