[ Senin, 06 Juli 2009 ]
Meningkatnya kepekatan kabut asap di Pelalawan menjadi peluang bisnis bagi penjual masker. Salah seorang di antaranya adalah Eri. Dia menjajakan pelindung hidung dan mulut tersebut di depan gedung Perpustakaan Daerah di Jalan Sudirman, Pangkalan Kerinci.
Lelaki 32 tahun itu mulai turun ke jalan menjajakan dagangannya sekitar pukul 10.00 kemarin (5/7). Kemarin dia berjualan masker setelah melihat kabut asap makin tebal. ''Sebab, sampai pukul 10.00, kondisinya masih berkabut,'' katanya.
Sebenarnya, sejak Sabtu lalu (4/7) dia berancang-ancang untuk berdagang masker. Namun, saat itu, kondisi kabut asap berangsur menipis menjelang siang. ''Karena itu, saya batalkan jualannya,'' lanjut warga Jalan Labuh Baru tersebut.
Dia melakukan kerja sampingan itu sejak lima tahun lalu. Sebab, setiap tahun selalu terjadi kabut asap seperti kemarin. ''Sebelum anak pertama saya lahir, saya sudah jualan masker di sini. Saya berjualan masker karena orang pasti peduli dengan kesehatannya,'' ucapnya berpromosi.
Selain menjual masker, Eri menjual buku tulis dan mainan anak-anak di depan Klinik Safira. Kemarin dia menjual masker yang belum laku. Dia membawa dua kotak masker. Satu kotak berisi 50 masker. Satu masker dijual seharga Rp 5 ribu. (cr9/jpnn/ruk)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment