Selasa, 07 Juli 2009 | 11:00 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang - Sejak akhir pekan lalu, harga karet di Palembang khususnya karet berkualitas impor mulai bergerak naik. Selain karena tingginya harga minyak mentah dunia, ada beberapa negara yang melakuka pembelian karet alam karena kebijakan stimulus negara karena krisis dunia.
“Eropa dan Amerika Serikat masih belum melakukan pembelian namun Cina sudah ada yang membeli karena ada stimulus dari negara tersebut,”kata Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Selatan Alex K. Eddy saat dihubungi Tempo, Selasa (7/7).
Ia berharap harga karet terus naik karena sebelumnya komoditas ini yang paling terasa diterpa saat krisis global saat ini.
Menurut Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) Awie Aman, harga karet kualitas ekspor jenis SIR 20 di pasaran setempat hari ini mencapai Rp14.437/ kg atau naik dibanding harga sebelumnya hanya Rp14.352/ kg.
Meskipun demikian, harga itu dinilai masih berada di bawah harga pada 2008. "Harga karet kualitas ekspor SIR 20 FOB tahun 2008 tertinggi pada Juni mencapai Rp 28.991/ kg kemudian bulan berikutnya berangsur turun dan terendah bulan November hanya tercatat Rp13.245 per kg," kata Awie.
Mengenai volume ekspor, menurut dia, ekspor karet Sumsel rata-rata mencapai 65.142 ton per bulan.Ekspor karet Sumsel itu melalui belasan perusahaan pengolahan karet anggota Gapkindo di provinsi tersebut, katanya. Karet Sumsel berasal dari Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
ARIF ARDIANSYAH
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/07/07/brk,20090707-185604,id.html

Post a Comment