Senin, 06 Juli 2009 15:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan
BAGI Anda para perempuan, mulailah menghidari hal-hal yang bisa mengganggu dan mengurangi jam tidur Anda. Jika sudah tiba jam tidur, meskipun pasangan masih meminta Anda menemani menyaksikan film kesayangannya, lebih baik menarik selimut dan pejamkan mata Anda. Dari segi ilmiah, hal ini akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah studi terbaru menyatakan, kurang tidur jauh lebih berbahaya pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Perempuan yang tidur kurang dari 8 jam semalam berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.
Studi sebelumnya juga telah menyatakan kalau gaya hidup dengan tidur kurang dari 5 jam semalam bisa meningkatkan risiko diabetes dan stroke, sedang tidur lebih banyak dinyatakan bisa menurunkan risiko terserang flu. Akan tetapi, ketidakseimbangan dampak kurang tidur pada laki-laki dan perempuan merupakan fenomena baru.
Pemimpin studi Michelle Miller, profesor di bidang obat-obatan biokimia dari Warwick Medical School menganjurkan setiap orang agar tidur 7-8 jam semalam."Tetapi, hal ini khususnya sangat penting bagi perempuan," tutur Miller, seperti dikutip situs dailymail.
Hasil studi ini, terang Miller, mendukung pernyataan bahwa kurang tidur berkaitan dengan peningkatan risiko kardiovaskular dan hubungan antara durasi tidur dan faktor risiko kardiovaskular sangat berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dalam studi ini ditemukan, kadar 2 jat kimia yang berkaitan dengan gangguan jantung berubah tajam seiring dengan lama waktu tidur perempuan. Tapi, hal ini tidak berlaku pada laki-laki.
Kadar Interleukin-6, salah satu penanda penyakit jantung koroner, jauh lebih rendah pada perempuan yang tidur 8 jam dibandingkan dengan perempuan yang tidur 7 jam. Dan, kadar High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), penanda risiko penyakit kardiovaskular di masa yang akan datang, juga jauh lebih tinggi pada perempuan yang tidur selama 5 jam atau kurang. Sedang pada laki-laki, tidak ada perbedaan yang berarti.
Studi yang dipublikasikan di American journal Sleep ini melibatkan lebih dari 4.600 pegawai pemerintah dari London. Mereka berusia antara 35 dan 55 dengan 73% diantaranya adalah laki-laki. Mereka dimintai keterangan mengenai jumlah jam tidur. Selain itu, kesehatan mereka juga diperiksa melalui screening dan pengambilan sampel darah.
Menurut June Davison, perawat bagian jantung dari British Heart Foundation, studi ini menemukan kalau perempuan yang kurang tidur, cenderung mempunyai indikasi adanya peningkatan peradangan. Sedang hal yang sama tidak terlihat pada laki-laki. Peradangan di dalam tubuh, terang Davison, berkaitan dengan penyakit jantung dan gangguan peredaran darah dalam tubuh.
"Studi sebelumnya telah menyatakan kalau tidur malam yang cukup bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan studi ini telah menemukan alasan dibaliknya."
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/07/06/1365/2/Kurang-Tidur-Ancam-Kesehatan-Perempuan

Post a Comment