Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Manajemen Pasar Tradisional Buruk

Juli 17, 2009 - 6:20

JAKARTA (Pos Kota) – Manajemen pasar tradisional di DKI Jakarta dinilai masih buruk. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah kios yang mencapai 10 ribu tidak laku tersewa di beberapa pasar. Beberapa faktor ditenggarai sebagai penyebab terjadinya kondisi tersebut diantaranya lokasi pasar yang terletak jauh dari pemukiman warga.

Puluhan ribu kios yang bangunannya terbengkalai itu tersebar di 151 pasar tradisional yang ada di ibukota. Masih buruknya manajemen perpasaran tersebut dituding Mara Oloan Siregar, Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Jakarta, dalam rapat kerja PD.Pasar Jaya, di Grand Jaya Raya, Bogor.

Agar kondisi itu tidak berkelanjutan, Mara Oloan mengintruksikan para manajer agar mencari solusi. Dirinya juga menegaskan agar Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis untuk mematok target kepada manajer itu agar puluhan ribu kios yang kosong ini segera terisi.
“Para manajer area jangan hanya bisa mengeluh saja, namun juga harus dapat berinovasi,” tandas Mara Oloan.

Jika memungkinkan seharusnya kios kosong itu dapat diisi pedagang Kaki-5 yang saat ini jumlahnya mencapai ratusan ribu. Bahkan Mara Oloan, menyarankan untuk diadakannya perlombaan untuk dicari manajer terbaik dalam melakukan pengelolaan. Sedangkan untuk manajer yang masih berperilaku negatif, dirinya menyarankan untuk dicopot dan disekolahkan agar kembali ke jalan yang benar.

“Manajer jangan pernah cepat berpuas diri, dan berhegemoni kejayaan masa lalu pasar tradisional,” sambung Mara Oloan. Hal itu mengingat pada kenyataannya eksistensi pasar tradisional telah tergilas dengan maraknya keberadaan pasar modern.

Dari data, kios kosong antara lain ada di Pasar Senen, Jatinegara, Klender, Santa, Blok A Tanahabang, Blok M Square, dan Rawamangun. Kalahnya pasar tradisional bersaing dengan pasar modern membuat tingkat hunian kios hanya mencapai 70-80 persen disetiap pasar, dan delapan pasar mati karena tingkat hunian kios tak lebih dr 20 persen, dan para pedagangnya beralih menjadi Kaki-5.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, kebanyakan kios kosong tersebut berada di pasar yang saat ini sedang dalam proses revitalisasi. “Kami akan buat pasar tradisional yang bisa untuk rekreasi, seperti tempat nongkrong. Pakai AC. Namun tetap tidak pakai banrol, bisa tawar menawar,” katanya.

Selain itu dia mengatakan, Kios yang dibangun memang ada yang ditinggalkan penyewa. “Seperti Matahari di Senen, Ramayana di Klender. Semua terjadi karena sepi konsumen,” katanya.

Djangga, mengaku akan mencopot manajer yang tidak taat aturan . “Kami akan copot dan kasih pendidikan selama satu sampai dua tahun. Bagi yang berhasil akan kami kasih penghargaan,” ujarnya.

(guruh/sir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/07/17/manajemen-pasar-tradisional-buruk
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts