Selasa, 07/07/2009 09:03 WIB
Muhammad Aminudin - detikSurabaya
Malang - Maraknya kasus Steven Jhonson Syndrome yang menghinggapi masyarakat disebabkan beberapa faktor. Diantaranya makanan cepat saji (fast food) dan pengaruh polusi udara.
Menurut Kepala Divisi Penanganan Saluran Pernapasan Anak IRNA 4 Anak RSU Syaiful Anwar, Prof Dr HMS Chandra Kusuma SpA(K), fast food dan polusi kerap menjadi penyebab terkena penyakit Steven Jhonson Syndrom. Penyakit ini ditemukan 1 : 1 juta dari populasi manusia.
"Banyak makanan belum matang benar yang dikonsumsi masyarakat. Karena belum matang, antigen di dalam makanan belum terpecah sehingga bila dikonsumsi dapat menyebabkan alergi," ungkap Prof Chandra kepada detiksurabaya.com, Selasa (7/7/2009).
Chandra menambahkan, pola makan tidak teratur serta kondisi tubuh yang lemah juga menyebabkan antibodi dalam tubuh tidak berfungsi. Apalagi didukung dengan polusi udara yang kian buruk.
Sebagai antisipasi, masyarakat bisa menghindari pola makan buruk atau memakan masakan yang benar-benar matang.
"Serta menghindari konsumsi obat mengandung sulfa atau yang nama obat diakhiri gin. Seperti Antalgin atau lainnya. Ini untuk menghindari alergi obat," tutur Chandra.
Sebab Steven Jhonson Syndrome mengakibatkan kerusakan jaringan kulit pada pasien. Jika dalam kondisi parah, bisa muncul luka hingga infeksi yang bisa menyebabkan kematian.
(fat/fat)
http://surabaya.detik.com/read/2009/07/07/090306/1160244/475/marak-steven-jhonson-syndrome-hindari-polusi-fast-food

Post a Comment