Selasa, 14 Juli 2009 | 19:54 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Adithya Ramadhan
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Profesionalisme pemerintah mengelola pendidikan kembali diuji. Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga kini blangko ijazah siswa Sekolah Dasar yang menjadi hak siswa belum juga diterima sekolah.
Persoalan ini terjadi di tengah proses penerimaan siswa baru yang sedang berlangsung, dan bahkan sudah memasuki masa sekolah. Hingga kini, Selasa (14/7), blangko ijazah siswa Sekolah Dasar yang menjadi hak siswa belum juga diterima sekolah.
Keterlambatan itu ternyata merupakan kejadian yang kembali terulang seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, di sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) itu menjadi salah satu syarat pendaftaran siswa baru.
Guru kelas VI SD Cipanyarang, Desa Cibatuherang, Kecamatan Karangnunggal Undang Sumargana, Selasa (14/7), mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya menjanjikan blangko ijazah sudah diterima sekolah pada 27 Juni lalu. Akan tetapi, sampai sekarang sekolah belum juga menerimanya.
"Siswa dan orang tuanya terus menanyakan kapan ijazah dibagikan. Saya tidak bisa menjanjikan kapan, karena blangkonya saja belum sampai ke sekolah," tutur Undang.
"Di beberapa sekolah salah satu syarat penerimaan siswa barunya adalah salinan ijazah ini, ya terpaksa saya hanya memberi surat keterangan bahwa sekolah belum menerima blangko ijazah," tambahnya.
Apabila blangko ijazah tiba saat ini, tambah Undang, dia merasa kesulitan jika harus mengumpulkan kembali siswanya untuk membagikan ijazah. Para siswa sudah terpencar, masing-masing melanjutkan sekolah ke berbagai daerah.
Kepala SDN Sukamulya Kecamatan Rajapolah Dadang Sudrajat, menambahkan, sebenarnya Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) Nasional cukup menjadi syarat penerimaan siswa baru. Namun, memang di beberapa sekolah mensyaratkan adanya salinan ijazah.
Keterlambatan pembagian ijazah itu sangat berdampak pada siswa yang melanjutkan sekolah ke luar daerah. Mereka harus kembali lagi ke sekolah untuk menandatangani dan membubuhkan sidik jari pada ijazah. Padahal, kegiatan belajar tahun ajaran baru sudah dimulai.Tercatat, dari 35 siswa kelas VI di SDN Sukamulya, ada 10 orang yang melanjutkan sekolah ke luar Tasikmalaya, di antaranya ke Provinsi Banten.
Dadang mengatakan, beberapa tahun terakhir blangko ijazah memang terlambat diterima sekolah. Tahun lalu bahkan terlambat sampai satu bulan. Entah, di mana atau bagaimana musabab keterlambatannya. Akhirnya, siswa harus menyertakan syarat salinan ijazah menyusul kemudian.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Idi S Hidayat, menjelaskan, keterlambatan distribusi blangko ijazah ini terjadi secara nasional. Sebabnya, pengadaan ijazah dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan mendistribusikannya ke sekolah-sekolah.
"Saya berharap secepatnya kami dapat menerima blangko ijazah itu," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Zein, menambahkan, berdasarkan informasi dari pemerintah provinsi blangko ijazah kemungkinan sudah dapat diterima daerah pada minggu ini. Dinas Pendidikan Jawa Barat pun saat ini masih menunggu distribusi dari Pemerintah Pusat.
Sumber : KOMPAS
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/07/14/19541445/parah.banyak.siswa.sd.belum.terima.blangko.ijazah.

Post a Comment