Senin, 06 Juli 2009 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengekspor minyak tanah tahun ini karena adanya kelebihan stok akibat program konversi ke elpiji. Stok minyak tanah saat ini mencapai 47,2 hari atau setara 627.506 kiloliter sedangkan stok normal seharusnya 25 hari.
"Kami sedang mencari pasar untuk menyerap minyak tanah itu," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal hari ini (6/7) di Jakarta. Ia mengatakan proses izin ekspor minyak tanah sedang dilakukan. Menurut dia, pemakaian bahan bakar itu akan cukup banyak dipakai ketika musim dingin.
Terkait soal program konversi, kata Faisal, penyaluran minyak tanah mencapai 15 ribu kiloliter per hari. Sebanyak 2,3 juta kiloliter minyak tanah sejak tahun lalu sudah ditarik dan diganti dengan elpiji. "Ada 33 juta tabung dan kompor sudah dibagikan ke masyarakat," katanya.
SORTA TOBING
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/07/06/brk,20090706-185477,id.html

Post a Comment