Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Si Hitam yang Menyeramkan

Senin, 06 Juli 2009 | 10:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Hitam kerap menjadi simbol sesuatu yang tidak benar, jahat, dan hal negatif lain. Putih sebaliknya. Dalam dunia plastik, walaupun tak 100 persen telak seperti itu, warna menjadi sebuah pertanda. Yadi Haryadi, ahli pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menyebutkan, plastik hitam yang ditemukan dalam bentuk tas kantong keresek sehari-hari merupakan jenis plastik yang rendah tingkatannya. "Bahannya saja dari campuran berbagai jenis plastik sehingga warnanya hitam begitu," ujarnya. Kandungan berbahayanya lebih banyak dibanding jenis plastik lain.

Padahal tas keresek hitam adalah jenis plastik yang mudah ditemukan di mana pun. Tak jarang pula fungsinya bukan sebagai tas, melainkan sebagai wadah makanan. Tengoklah ketika kita membeli jajanan gorengan. Si penjual tanpa bertanya langsung mencemplungkan makanan yang masih panas dan berminyak itu ke dalam wadah hitam kelam tersebut. Yadi pun menyebutkan, plastik membahayakan kesehatan karena bahan kimia dari plastik berpindah ke makanan. Proses ini disebut migrasi dan dipercepat oleh tiga hal: panas, minyak, serta waktu.

"Makin tinggi panasnya, makin cepat migrasinya dan makin banyak (racunnya)," ia mengungkapkan dalam sebuah diskusi beberapa waktu yang lalu. Minyak termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen plastik. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, semakin banyak bahan kimia yang bermigrasi. Peluang migrasi juga semakin tinggi bila plastik bersentuhan dengan makanan berlemak, asam, asin, dan berbentuk makanan semipadat, seperti kue basah. Yadi menjelaskan, bila bahan kimia itu masuk ke makanan, bahan itu dapat masuk ke dalam tubuh ketika kita mengkonsumsinya. Jika hal itu berlangsung terus-menerus, akan menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan sejumlah studi menyebutkan, bahan kimia itu bisa memicu kanker jika dikonsumsi terus-menerus.

Memang tak semua jenis plastik memiliki bahaya yang sama. Plastik beragam jenisnya. Dilihat dari proses daur ulangnya, ada plastik tanpa tanda khusus, yang dikenal dengan tiga anak panah yang berbentuk segitiga dan di bagian tengahnya tertera angka. Tanda ini, menurut Ir Wawas Swathatafrijiah, Kepala Sentra Teknologi Polimer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, sebenarnya tidak menunjukkan segi keamanannya, seperti yang diyakini orang kebanyakan.

Ada beberapa kelompok dari kategori ini yang tergolong aman untuk wadah makanan dan minuman, yaitu 1, 2, 4, dan 5. Atau polyethylene terephthalate (PET), yang biasa digunakan untuk botol minuman, high-density polyethylene untuk botol susu dan botol cairan pembersih, low density polyethylene untuk kantong belanja, serta polypropylene, yang bisa ditemukan untuk wadah margarin dan makanan yang aman dalam microwave.

Wawas menyebutkan, sebenarnya penggunaan plastik di Indonesia masih rendah, bahkan dibanding negara tetangga. Berdasarkan data 2007, konsumsi Indonesia hanya mencapai 9,5 kilogram per kapita per tahun, sedangkan Malaysia 64 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi tertinggi di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Ia menyatakan negara-negara Eropa mampu berdamai dengan tingkat konsumsi plastik yang begitu tinggi karena proses daur ulang plastik telah dilakukan secara intensif. Sampah plastik pun bukan masalah.

Demi kesehatan tubuh dan lingkungan, penting sekali pemilihan plastik secara selektif. Jenis plastik bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari kategorinya, ada yang lentur--yang umumnya sekali pakai--dan kaku, yang dapat digunakan berulang kali selama tidak berubah warna serta berbau. Untuk yang lentur, Wawas menyarankan memilih yang tembus pandang atau putih. Sebaliknya, tak memilih yang hitam. Kemudian yang kaku biasanya dalam bentuk wadah. Lalu hindari wadah dari bahan berbahaya dan kontaminasi terhadap produk yang dikemas. Ia menambahkan, dilihat dari pembuatannya, pilih yang kedap oksigen maupun air. Terakhir, gunakan sesuai aturan, apakah memang aman untuk microwave atau memang untuk wadah makanan.

Wawas menyebutkan, wadah aman untuk makanan dan obat jika terbuat dari bahan yang asli, bukan daur ulang. Kemudian tidak mengandung bahan tambahan yang melebihi ambang batas yang ditentukan. Bahan berbahaya yang belum lama ini mengguncang dunia adalah bisphenol A (BPA). Hingga ada negara yang melarang penggunaan botol dengan kandungan BPA dan ada pula yang membatasi kadarnya. Plastik phthalates pun pernah membuat kepanikan. Survei di Amerika Serikat menunjukkan, dalam tubuh sejumlah besar orang ditemukan phthalates yang diyakini berasal dari makanan yang tercemar bahan kimia tersebut. Sejak 2005, penggunaan jenis plastik ini dilarang di Eropa, juga di beberapa negara lain, seperti Jepang, Meksiko, dan Argentina.

Seperti halnya BPA, phthalates pun disebut-sebut bisa memicu gangguan hormon. "Phthalates diperkirakan menahan aksi testosteron dalam tubuh sehingga menimbulkan efek signifikan terhadap saluran reproduksi pria dan organ lain. Ini hasil uji coba pada hewan dengan dosis tinggi," kata Laura Vandenberg, PhD, dari Universitas Tufts, Boston, seperti dikutip dari WebMD.

Sebagai pilihan untuk lingkungan dan kesehatan di masa depan, Wawas menyatakan perlu penggunaan produk plastik biodegradable. Jenis plastik ini ramah lingkungan karena dapat dikomposkan, atau terdegradasi dalam waktu yang tidak lama. Masalahnya, harga produk berbahan plastik ini masih tinggi. Walhasil, masyarakat pun--karena faktor harga--lebih tergiur pada produk murah meski bahaya menyeramkan dapat mengancam.

RITA NARISWARI


Lain Plastik Beda Keperluan
1. Microwave. Aman dimasukkan ke dalam mesin pemanas ini jika ada logo microwave, tertera kalimat aman untuk microwave, dan ada yang menjabarkan dalam aturan penggunaannya.
2. Untuk botol minuman air mineral maupun jus, kategori PET #1 yang paling aman digunakan.
3. Untuk penyimpanan makanan dalam lemari es, cari wadah yang kedap udara sehingga oksigen dan air tidak menerobos masuk. Ada pula wadah yang memang khusus untuk di lemari es atau mesin pembeku. Perhatikan tandanya!
4. Secara umum, plastik yang paling aman adalah kategori 1, 2, 4, dan 5.
5. Perhatikan juga simbol garpu dan sendok, yang menunjukkan aman untuk makanan. Atau tanda lolos uji dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA). l


Hindari Plastik dari Produk:
1. Panas
2. Berminyak
3. Mengandung asam tinggi
4. Berlemak
5. Makanan semipadat

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/07/06/brk,20090706-185400,id.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts