Rabu, 29 Juli 2009 pukul 11:18:00
JAKARTA--Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian memastikan ketersediaan dan kebutuhan pangan secara nasional dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut akan digunakan untuk menghadapi perayaan hari-hari besar keagamaan dan nasional.
Selain pasokan dalam kondisi aman, harga bahan kebutuhan pokok juga relatif tidak ada kenaikan signifikan. ''Beberapa komoditi relatif stabil, tapi ada juga kebutuhan pokok yang harganya justru turun,'' ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Deptan Achmad Suryana, dalam jumpers Prognosa Neraca dan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Menjelang Bulan Ramadhan 1430 H di Jakarta, Rabu (29/7).
Untuk komoditi beras, kata Achmad, Deptan memprediksi bakal surplus produksi hingga 2,9 juta ton dan stok sampai akhir tahun mencapai 4,2 juta ton. Untuk komoditi gula nasional diprediksi surplus 1,5 juta ton, dengan asumsi produksi sebesar 4,5 juta ton dan perkiraan impor 379 ribu ton.
''Kekurangan gula hasil produksi dalam negeri pada akhir tahun, yaitu bulan September, November, dan Desember dapat ditutupi dari stok bula berikutnya,'' jelas Achmad.
Sementara komoditi minyak goreng (migor) stok akhir tahun diprediksi sebesar 1,48 juta ton migor, kacang tanah surplus hingga 18,8 ribu ton, bawang merah surplus 264 ribu ton. Untuk komditi ayam ras, Deptan memperkirakan ketersediaan tahun 2009 sama antara produksi dengan kebutuhan yakni sebesar 523,5 ribu ton.
Sementara, komoditi kacang tanah, daging sapi justru masih impor masing-masing 86 ribu ton dan 62 ribu ton daging (daging beku 50 ribu ton dan jerohan 12,18 ribu ton) serta daging ruminansia lainnya sebesar 5,6 ribu ton. zak/eye
http://www.republika.co.id/berita/65560/Stok_Pangan_Nasional_Hadapi_Hari_Raya_dalam_Kondisi_Aman

Post a Comment