Kamis, 16 Juli 2009 | 8:08 WIB
Tuban - Surya - Kabupaten Tuban yang menjadi penghasil tuak dari pohon siwalan, memberi inspirasi kepada Dinas Pertambangan dan Energi setempat untuk memanfaatkan minuman keras itu agar tidak sekadar jadi minuman memabukkan.
Tuak yang kaya kandungan alkohol sebagai hasil fermentasi, disuling hingga menghasilkan ethanol sebagai bahan bakar. Setelah melakukan beberapa kali percobaan selama satu bulan terahir, tim yang dipimpin langsung oleh Muji Slamet, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tuban ini, mampu menghasilkan ethanol yang bisa menyalakan kompor.
Rabu (15/7) siang, tim ini melakukan uji coba kelima kalinya. Dalam uji coba yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor dinas di Jl Manunggal, Tuban ini, tim memeragakan semua proses penyulingan, mulai awal hingga tuak berubah menjadi ethanol, atau istilah laboratoriumnya ethyl alcohol.
Tuak sebanyak 10 liter dimasukkan ke dalam sebuah bejana yang dimodifikasi dari dandang pelat tipis. Kemudian direbus dengan panas api di bawah 100 derajat Celcius. Karena panas, alkohol yang mempunyai titik didih lebih rendah dari air menguap, dan dialirkan melalui pipa yang terpasang di ujung tutup dandang.
“Agar hasilnya tidak dalam keadaan panas, selang ini kita alirkan didalam sebuah bak yang berisi air dingin,” kata Muji Slamet.
Tak sampai 1 jam, 10 liter tuak berubah menjadi 1,3 liter ethanol dengan kadar 60 sampai 90 persen. Setelah itu, tim langsung mencoba ethanol hasil penyulingan untuk menyalakan kompor. st31
http://www.surya.co.id/2009/07/16/tuak-jadi-bahan-bakar.html

Post a Comment