Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Ekploitasi Anak Masih Terjadi di Aceh

3 August 2009, 08:00

SIGLI - Meski qanun Nomor 11 tahun 2008 tentang perlindungan anak telah selesai dimodifikasi, tapi kasus ekploitasi terhadap anak masih terus saja terjadi di Aceh. Kasus tersebut dilaporkan masih sangat menonjol terjadi di daerah Serambi Mekkah ini. “Kami sebagai penggiat LSM masih menemukan kasus ekploitasi terhadap anak di lapangan. Seperti ekploitasi seksual terhadap anak dan buruh anak. Dua kasus ini terus terjadi di bumi Syariat kita ini,” kata staf Advokasi dan Perlindungan Anak LSM Children Care Center Muhammaddiyah Aceh, Novi Andy kepada Serambi, Sabtu (1/8) di sela-sela kegiatan workshop perlindungan anak di Gedung Pertemuan Pidie.

Kegiatan tersebut difasilitasi SMA Unggul Sigli serta diikuti pelajar SD, SMP dan SMA di seluruh Pidie. Ia menjelaskan, ekploitasi terhadap anak seperti, buruh anak, ekploitasi seksual, tentera anak, traficking dan perkawinan dini. Dari enam jenis kasus yang terjadi pada anak, sambungnya, ekploitasi seksual dan anak menjadi buruh masih dominan terjadi di Aceh. Khusus kasus buruh anak meningkat 20 persen setiap tahun.

“Data valid seluruh daerah tentang ekploitasi buruh anak kita tidak ada. Tapi, merujuk pada penelusuran di lapangan yang kami jajaki, hampir semua daerah di Aceh buruh anak masih saja terjadi,” sebutnya. Di sisi lain lanjutnya, kasus ekploitasi seksual terhadap anak hingga kini masih saja terjadi di Aceh. Kasus tersebut terselubung dan layaknya gunung salju. Artinya satu kasus ekploitasi seksual bisa ditemukan, maka kasus lain pun akan terungkap. “Di Meulaboh, Nagan Raya dan Banda Aceh masih saja terjadi ekploitasi sexsual terhadap anak. Dan kasus tersebut banyak terjadi pascatsunami,” sebut Novi.

Dikatakan, penyebab anak di bawah umur terjerumus ke dalam kasus seksual, antara lain pengaruh ekonomi, pergaulan, dan masa konflik yang mendera Aceh tempo dulu. “Untuk itu pemerintah belum terlambat menanggulangi masalah tersebut. Artinya pemerintah harus merembuk kembali, lewat dinas maupun badan dalam memutuskan mata rantai ini. Jangan dinas dan badan mementingkan pogram sendiri yang tidak bermanfaat,” pungkas Novi Andy.(naz)

http://www.serambinews.com/news/ekploitasi-anak-masih-terjadi-di-aceh
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts