Kamis, 6 Agustus 2009 | 9:00 WIB
KLOJEN - SURYA- Ini imbauan bagi Anda warga Malang sebaiknya berhati-hati dengan seseorang yang menelpon dan memberitahu jika Anda telah memenangkan sebuah undian berhadiah mobil dari sebuah undian yang tidak pernah Anda ikuti. Karena bisa jadi, ini adalah sebuah modus penipuan yang akan menguras isi tabungan.
Seperti yang dialami S Irfan, 57, warga Jl Oyo Tomo, Kota Malang. Pensiunan pegawai negeri sipil ini tertipu hingga Rp 7.200.000 setelah diberitahu memenangi sebuah undian yang diselenggarakan PT Telkom.
Peristiwa penipuan ini berawal dari adanya telepon yang diterima Irfan melalui pesawat telepon rumah pada Senin (3/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Penelpon yang menggunakan nomer 04217036292 itu mengabarkan, jika Irfan telah menang undian yang digelar PT Telkom, dan berhak mendapatkan hadiah utama satu unit Kijang Inova.
Gembira karena mendapatkan mobil mewah, Irfan tanpa pikir panjang langsung menyetujui syarat yang diajukan pelaku, yakni menransfer sejumlah uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk keperluan pengurusan mobil yang saat itu disebut pelaku masih ada di Jakarta. Maka berangkatlan Irfan ke ATM BNI yang ada di Jl Basuki Rahmad.
“Yang pertama, saya transfer Rp 2.500.000, yang nantinya digunakan untuk mengurus STNK dan BPKB mobil. Uang itu ditransfer ke rekening atas nama Nurman Risaldi,” lata Irfan saat melaporkan masalah penipuan ini ke Mapolresta Malang, Rabu (5/8).
Setelah mengonfirmasi transfer uang yang telah dilakukan, Irfan kembali dihubungi oleh sindikat pelaku lainnya. Kali ini, seseorang mengaku dari pihak kepolisian. Pelaku yang mengaku sebagai AKP Djoko Susilo tersebut meminta dikirimi uang tunai sebesar Rp 4.700.000. Irfan ketika itu juga tidak berpikir panjang dan langsung percaya untuk segera pergi ke ATM BNI di Jl Veteran, dan mengirim uang ke sebuah nomer rekening yang sebelumnya telah diberikan oleh sang polisi gadungan. “Saya diminta transfer uang lagi, alasanya untuk biaya pelat nomor polisi,” lanjut Irfan.
Namun setelah ditunggu-tunggu, mobil yang dijanjikan akan segera datang begitu transfer selesai tak kunjung datang, sementara nomer telepon orang yang mengaku dari Telkom juga tak kunjung bisa dihubungi. Sadarlah Irfan, jika dirinya telah menjadi korban penipuan. why
AKSI PENIPUAN VIA TELEPON
Pelaku pertama menghubungi korban, mengabarkan bahwa telah memenangkan undian PT Telkom dan berhak mendapat satu unit Kijang Innova
Pelaku meminta korban mentrasfer uang untuk syarat administrasi STNK dan BPKB
Pelaku kedua, mengaku polisi, meminta korban mentrasfer lagi untuk biaya pelat nomor polisi
Setelah uang ditransfer ke pelaku, korban tidak bisa lagi menghubungi nomor pelaku.
http://www.surya.co.id/2009/08/06/penipuan-bermodus-undian-palsu-muncul-lagi-kuras-tabungan-via-telepon.html

Post a Comment