Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Minyak Tanah Tamat

Wednesday, 16 September 2009 11:32

Januari 2010 Diganti Elpiji, Kompos Gas Dibagi Gratis

JAKARTA- Pemerintah akan mempercepat program konversi minyak tanah ke elpiji. Targetnya, seluruh minyak tanah sudah ditarik dari peredaran tahun ini dan digantikan sepenuhnya oleh elpiji pada Januari 2010. Karena itu, pemerintah tengah menggenjot penyediaan dua puluh tiga juta unit tabung dan kompor gas yang akan dibagikan gratis pada masyarakat.
“Berdasarkan evaluasi, konversi minyak tanah sudah berjalan 70 persen. Sisanya akan diselesaikan tahun ini," ujar Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Anshari Bukhari usai rapat di Kantor Wakil Presiden kemarin (15/9).
Ansyari mengakui sempat ada masalah pembayaran dari pemerintah pada Pertamina sebesar Rp7 triliun untuk pembayaran tujuh juta paket tabung gas tiga kilogram dan kompor gas. Namun, masalah itu bisa diatasi setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyelesaikan pembayaran pada Pertamina.
Pemerintah juga mengantisipasi rencana kenaikan harga gas elpiji tabung 12 kilogram yang diperkirakan bakal memicu migrasi konsumen ke tabung gas berukuran tiga kilogram. Wapres kemarin juga memanggil Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang guna menanyakan kesiapan produsen baja pelat merah itu untuk menyediakan baja guna produksi tabung gas tiga kilogram.
Ketika dicegat wartawan, Fazwar menjelaskan Krakatau Steel masih memiliki stok baja sekitar 20 ribu ton untuk proyek konversi gas elpiji. Pasokan sebanyak itu cukup untuk membuat 26 juta tabung. "Intinya kami siap dengan kemungkinan migrasi ke gas tiga kilogram," katanya.
Meski diperkirakan akan menurun permintaannya, Krakatau Steel hingga kini masih tetap memproduksi tabung gas ukuran 12 kilogram dan tiga kilogram. Jika peralihan penggunaan tabung mencapai jumlah yang signifikan, perusahaan hanya tinggal mengurangi stok tabung 12 kilogram dan menambah ukuran tiga kilogram. "Buat kami sama saja. Tabung tiga maupun 12 kilogram tetap kami produksi," kata Fazwar.
Hingga Juni lalu, Krakatau Steel telah memproduksi 123 ribu ton baja atau untuk 26 juta tabung. Perusahaan juga berharap dapat terus memproduksi tabung elpiji untuk program konversi minyak tanah ke elpiji di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. (jpnn)

http://www.mdopost.com/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts