Jumat, 11 September 2009 | 12:48 WITA
PALU, TRIBUN - Suplai daya listrik dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Mpanau diperkirakan kembali normal pada hari Sabtu (12/9) namun belum akan mengakhiri pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung berbulan-bulan.
General Manager PT PJPP (Pusaka Jaya Palu Power) Slamet V Panggabean mengemukakan di Palu, Jumat, kurun tiga hari terakhir ini PLTU hanya bisa mensuplai daya listrik ke PLN sebesar 13,5 megawatt (MW) dari kapasitas 30 M karena gangguan mesin.
"Jika tidak ada aral melintang, Jumat sore atau paling lambat besok pagi, PLTU sudah bisa normal mensuplai daya guna menekan tingkat pemadaman bergilir aliran listrik sisten Palu," katanya.
Menurut dia, dalam kondisi normal, dua mesin PLTU dapat mensuplai daya ke PLN sekitar 24-26 dari 30 MW daya terpasangnya.
Namun demikian, karena terjadi gangguan pada salah satu dari dua unit mesin PLTU, suplai daya listrik ke sistem Palu berkurang tinggal sekitar 13,5 MW.
Soal stok batubara, Panggabean menjamin mencukupi kebutuhan.
"Soal persediaan batubara tidak ada masalah, sebab stok yang cukup memadai," ujarnya.
Sementara Humas PT PLN setempat Petrus Walasary secara terpisah mengatakan, pemadaman masih berlangsung sebab selain ada gangguan mesin PLTU, juga dua unit mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) milik PLN masih sedang menjalani perbaikan.
Kedua unit mesin PLTD yang rusak dan sedang dalam perbaikan adalah unit VIII dan X.
"Kita berharap dalam beberapa hari kedepan ini, suplai daya dari PLTU bisa kembali normal," katanya seraya menambahkan, jika PLTU bisa mensuplai daya sesuai dengan kontrak pembelian dengan PLN, niscaya meski pemadaman masih ada, tetapi relatif kecil. (*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/48207

Post a Comment