Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Tanaman Dalam Ruang Tak Selalu Aman

Labels: ,
Rabu, 09 September 2009 15:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

TANAMAN hias dalam ruangan tidak hanya menambah unsur keindahan karena menambah kesan alami tetapi juga membantu memerangi polusi udara, khususnya dengan menyerap komponen organik yang mudah menguap (volatile organic compounds/VOCs) dari udara. Komponen ini meliputi gas dan uap yang dilepaskan oleh benda padat atau cair yang bisa menimbulkan efek kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Tetapi, apakah tanaman ini sepenuhnya aman?

Menurut hasil studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari University of GeorgiaĆ¢€™s Department of Horticulture, selain menyerap berbagai VOCs berbahaya, beberapa tanaman hias ini juga melepaskan VOCs ke lingkungan.

Dalam studi ini, para peneliti mengidentifikasi dan mengukur jumlah VOCs yang dilepaskan oleh 4 spesies tanaman dalam ruang yang paling umum digunakan. Selain itu, peneliti juga mencaritahu sumber VOCs tersebut serta perbedaan jumlah yang dilepaskan antara siang dan malam hari. Tanaman yang dipilih adalah bunga bakung (Spathiphyllum wallisii Regel), tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain), tanaman sejenis beringin kecil (weeping fig/Ficus benjamina L.), dan palem areca (areca palm/Chrysalidocarpus lutescens Wendl).

Sampel dari masing-masing tanaman ditempatkan di dalam kontainer gelas dilengkapi dengan pintu masuk yang dihubungkan dengan penyaring arang kayu untuk menyediakan udara bersih dan pintu ke luar yang dihubungkan dengan jeratan/cerobong dimana kadar emisi akan diukur. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan kontainer kosong untuk melihat polutan yang tidak ada. Para peneliti menemukan 23 komponen mudah menguap (volatile compound) dari bunga bangung, 16 dari areca palm, 13 dari weeping fig, dan 12 dari tanaman lidah mertua."Beberapa dari VOCs ini merupakan bahan pembuat pestisida yang disemprotkan ke beberapa spesies tertentu selama masa produksi," tutur peneliti, seperti dikutrip situs gizmag.

Selain itu peneliti juga menemukan, tanaman tersebut bukan sumber satu-satunya dari VOCs yang dilepaskan. Mikro-organisme hidup yang terdapat di dalam tanah serta pot plastik tempat tanaman tumbuh merupakan sumber dari 11 VOCs tersebut."Beberapa diantaranya dikenal sangat berbahaya bagi manusia."

Studi juga menemukan, jumlah emisi VOCs lebih tinggi pada siang hari dibandingkan malam hari. Hal ini berlaku pada keempat spesies tumbuhan dan semua semua jenis kelas emisi. Hal ini, menurut peneliti, dipengaruhi oleh kehadiran cahaya disertai dengan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi proses sintesis.

"Intinya, meskipun tanaman hias dkenal bisa menyerap VOCs tertentu, ternyata mereka juga melepaskan berbagai VOCs. Beberapa diantaranya berbahaya bagi manusia dan hewan." Akan tetapi, terang peneliti, belum ada bukti yang cukup untuk melihat seberapa lama komponen ini bertahan. Karena itu, dampaknya terhadap manusia juga belum diketahui.

Apakah Anda sudah tidak bisa lagi menikmati tanaman hias di dekat meja Anda seperti biasanya? Sebelum membuangnya, ada baiknya mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu. Selain melepaskan beberapa VCOs, tanaman ini terbukti menyerap beberapa VOCs juga. Selain itu, studi menemukan kalau pot plastik merupakan sumber dari 11 VOCs. Jadi, hal yang sama juga juga bisa terjadi dari sejumlah peralatan plastik yang berada di sekitar Anda. Jadi, ada baiknya tetap membiarkan tanaman hias Anda di dalam. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/09/09/1604/2/Tanaman-Dalam-Ruang-Tak-Selalu-Aman
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts