Thursday, 10 September 2009 08:21
MEDAN - Jalan-jalan di sepanjang jalur lintas Sumatera di Sumatera Utara, khususnya di lintas tengah dan barat kini dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Namun pemudik yang melewati kedua jalur ini dipastikan akan aman saat lebaran
"Memang cukup memprihatinkan, tapi masih bisa dilalui," ujar kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sumut, Umar Zunaidi Hasibuan, tadi malam.
Menurut dia, di jalur lintas tengah terdapat sejumlah titik rawan seperti di jalur Tarutung-Sipirok khususnya di Desa Aek Latong dan di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
Titik rawan di jalan lintas tengah di Sumut juga terdapat di jalur kota Buluh-Lau Pakam dan dari kabupaten Karo menuju perbatasan Aceh Tenggara. "Kondisinya juga memprihatinkan meski tetap masih bisa dilalui," jelasnya.
Sementara itu, jalan lintas barat diyakini juga masih bisa dilalui angkutan lebaran tahun ini meski kondisinya juga tidak kalah memprihatikan dibanding jalan lintas tengah. Pihaknya sudah melakukan perbaikan-perbaikan di lintas barat, terutama di daerah-daerah rawan.
"Kita juga sudah menyiagakan alat-alat berat di 14 titik di jalur lintas barat di kawasan Sumut dan semuanya harus siaga 24 jam sehari. Alat-alat berat disiagakan mulai H-14 sampai H+10, tapi akan efektif mulai H-7 hingga H+7," katanya.
Sedangkan untuk jalan lintas timur di kawasan Sumut, Umar Zunaidi memastikan kondisinya masih cukup baik.
"Kondisi jalan lintas timur dari batas Aceh sampai batas Riau dalam kondisi baik dan tidak ada lagi lubang-lubang besar yang menganga. Tapi kita terus akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap jalan-jalan di daerah kita," katanya.
Umar Zunaidi Hasibuan juga menyebut sejumlah jembatan di Sumut yang tengah diperbaiki dan diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu dekat, di antaranya jembatan di Sungai Ular.
"Hal yang juga terjadi atas jembatan Aek Kundur di kota Pinang dan jembatan Lau Timus di Sembahe kabupaten Karo. Perbaikan kedua jembatan itu juga masih dikerjakan dan tidak akan selesai menjelang lebaran," ujarnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengimbau angkutan barang agar bergerak hanya pada malam hari, khsususnya mulai H-7.
"Jangan gunakan badan jalan untuk memarkir truk karena lebar jalan kita masih sekitar 6-7 meter, sementara Pemkab/Pemko kita minta agar menertibkan pasar-pasar yang 'tumpah' ke jalanan," katanya.
(dat02/waspada)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=51223:walau-memprihatinkan-jalan-lintas-sumatera-aman&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Post a Comment