Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Alam Tak Lagi Bersahabat dengan Petani...

Senin, 2 November 2009 | 12:17 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

"Sejak tahun 2000 , pengaruh ketidakpastian iklim mulai terasa. Alam tidak lagi bersahabat dengan para petani..." (Dominggus Tse)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak perubahan iklim tak hanya mengakibatkan naiknya suhu secara ekstrim. Para petani juga merasakan dampak besar karena terjadinya pergeseran musim. Hal ini mengakibatkan mereka kesulitan memprediksi musim untuk mulai menanam.

Pada sarasehan iklim "Memperjuangkan Keselamatan di Tengah Perubahan Iklim", Senin (2/11), di Jakarta, para petani dari sejumlah daerah menyampaikan keluh kesahnya. Salah satunya Dominggus Tse.

Dominggus adalah petani jagung di Desa Nusa, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Ia mengisahkan, untuk memprediksi musim, petani di daerahnya menggunakan cara tradisional yang diwariskan secara turun menurun.

"Ramalan dari leluhur kami, sekarang sering meleset, tidak tepat. Biasanya, kami membaca tanda-tanda alam dengan melihat bintang yang sering muncul pertengahan September. Tapi sekarang, ramalannya sering meleset," kata Dominggus.

Musim hujan yang biasanya datang pada bulan Oktober hingga Maret pun tak datang seperti biasanya. Tanaman jagung di desa Nusa, menurut Dominggus, normalnya ditanam pada masa-masa awal hujan turun. "Bibit yang ditanam kadang habis. Kalau hujan tidak turun dan tanah kering, jagung akan mati. Kalau hujannya lama, tanah basah, jagung juga akan tumbuh kerdil dan buahnya lebih kecil," kata dia.

Dominggus dan para petani didaerahnya menamakan hujan yang tak jelas ini dengan "hujan tipu". Air hujan memang menjadi sumber utama untuk pertanian tanaman pangan di Desa Nusa. Guna mengatasi dampak perubahan musim dan gagal panen, para petani menerapkan sistem pertanian tumpang sari. Petani juga membuat bak mini untuk menampung air hujan, sehingga dapat digunakan untuk menanam sayur pasca panen jagung.

Keluhan yang sama juga datang dari Kamsari, petani asal Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut Kamsari, petani di desanya bisa mulai melakukan penanaman pada pertengahan November. "Beberapa tahun terakhir musim tidak bersahabat pada kami karena sering banjir sehingga pola tanam tidak menentu dan merugikan petani. Akibatnya, petani sering gagal panen. Perubahan iklim ini merugikan petani," ujar Kamsari.

Biasanya, dalam setiap kali panen, para petani bisa menghasilkan hingga 3,5 ton gabah kering panen. "Tapi sejak musim bergeser, panen sering gagal, padi tidak berisi dan hasil panen turun drastis sampai kurang dari 50 persen," ungkapnya.

Para petani ini pun menitipkan harapan pada pemerintah, agar bertindak cepat untuk membantu petani mengurangi dampak perubahan iklim. "Kami berharap, pemerintah bisa membantu menjembatani keadaan sekarang agar petani lebih sejahtera menyongsong masa depan," ujar Kamsari.

Adaptasi Perubahan Iklim

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, pengaruh perubahan iklim memang sangat beragam. Perubahan musim hujan yang biasanya turun pada media Oktober-Maret, membutuhkan waktu lama untuk mengadaptasi kepada para petani.

"Perubahan musim ini juga mengakibatkan perubahan kebiasaan dan adaptasi. Perubahan harus simultan dan menggerakkannya secara simultan. Untuk itu membutuhkan waktu, sehingga masih banyak kegagalan," kata Gatot.

Akan tetapi, Gatot mengapresiasi inisiatif para petani yang membuat tandon khusus untuk menampung air. Persediaan air ini dinilai bisa meredam bencana banjir dan kekeringan. "Marilah kita memecahkan masalah masa depan dengan teknologi masa depan. Jangan masalah saat ini diatasi dengan teknologi masa lalu," kata dia.

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/02/12171096/alam.tak.lagi.bersahabat.dengan.petani...
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts