Kamis, 17 Desember 2009 | 13:57 WITA
Polwiltabes Bongkar Sindikat Kupon Berhadiah
Makassar, Tribun -- Unit Reserse Mobil (Resmob) Polwiltabes Makassar berhasil membongkar sindikat penipuan bermodus kupon berhadiah mobil Avansa di Komplek BTN Hartaco Jaya, Tamalate Makassar, Selasa (15/12) sekitar pukul 13.00 wita.
Mereka memanfaatkan kelengahan konsumen yang diiming-iming hadiah dari promo produk terkenal. Dengan menggunakan 16 unit ponsel dan 32 kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dari bank berbeda, Mulyadi cs mencatut produk wafer Tango dan sabun Attack, produksi Orang Tua.
Mulyadi (34), bos sindikat ini, ditangkap bersama tiga rekannya, Zainuddin, Muh Rais, dan Sunardi. Keempatnya masih sekampung, dari Pangkajene dan Rappang, Sidrap. "Kami baru beroperasi tiga bulan di Makassar," kata Mulyadi, usai diperiksa tim penyidik Polwiltabes Makassar.
Sebelum beraksi di Makassar, Mulyadi lebih dulu "berguru" dengan sindikat serupa di Jakarta dan Jawa. Mulyadi cs memang memanfaatkan promo dari produk makanan ringan wafer Tango.
Kupon yang disebar seolah-olah mirip yang dikeluarkan PT Ultra Prima Abadi, anak perusahaan Orang Tua, produsen makanan dan minuman serta produk rumah tangga skala multinasional. Itme Promo Bagi Bagi Mobil dari PT UPA, sudah berakhir sejak Februari 2009 lalu.
Polwitabes menduga, Mulyadi cs adalah sub-jaringan besar di Indonesia yang memanfaatkan rendahnya pemahaman konsumen soal produk dan promo berhadiah langsung. "Kami kirim kupon tersebut ke sejumlah teman kami yang berada di Kalimantan, Flores, hingga ke Papua," ujar pelaku. Mereka juga menggunakan kecanggihan tekonolgi komunikasi dan sistem perbankan online. (lihat info grafis).
Modus para tersangka dengan menyebar kupon berukuran kecil di sejumlah jalan atau kawasan pemukiman, perumahan. Bagi yang tergoda hadiah mobil dan siap mentransfer uang uang via bank, adalah mangsa potensial sindikat ini. "Saya tertarik bisnis ini hanya membuat kupon dan tak banyak keluarkan uang, namun untungnya selangit," ujar Mulyadi.
Sunardi, seorang pelaku bertugas khusus memandu hingga korban mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu. "Tugas saya mengambil data diri meminta sejumlah uang mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 4 juta, sebagai biaya administrasi pengiriman mobil," jelasnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polwiltabes Makassar Kompol Yudi AB Sinlaeloe mengkonfirmasikan, pihaknya masih menunggu korban lain yang melapor. "Sudah banyak korbannya," katanya.
Data kepolisian seorang warga Gowa, Skilang Tengga, beberapa bulan lalu melapor karena tertipu Rp 12 juta. "Kilang melapor sekitar bulan Juli lalu, setelah tertipu sebanyak Rp 12 juta yang dikirim ke rekiening BRI atas nama Melinda, korban mengaku mentransfer sejumlah uang tersebut, karena dimintai biaya administrasi pengiriman mobil," jelas Yudi.(ali)
"Pintar Mentongi Tawwa"
MULYADI Cs memang laik jadi penipu. Setidaknya ini terbukti saat pemeriksaan oleh penyidik, kemarin. Di tengah pemeriksaan, satu dari 16 ponsel milik para tersangka berbunyi. Oleh aparat kepolisian tersangka kemudian disuruh menjawab telepon tersebut dan mempraktikkan cara kerja mereka mengelabui korbannya.
Dari pantauan Tribun keempat tersangka yang tak pernah tamat SMP ini, terlihat lihai melayani sejumlah pertanyaan dari calon korban. Mereka menggunakan logat dan Bahasa Indonesia, laiknya petugas customer services yang terlatih melayani dan memandu "pelanggan" via telepon untuk mengikuti instruksi mereka.
"Pintar mentoongi tawwa. Tidak kentara kalau orang Rappang. Saya saja tak percaya kalau melihat gayanya. Caranya bicara seperti orang kantoran di Jakarta. tentu mi orang tertipu apalagi di kupon itu tertulis SCTV, Indosiar dan RCTI," jelas salah seorang bintara penyidik, terkagum-kagum setelah melihat cara mereka menjerat calon pelanggan.
Keempat tersangka yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, mengaku 31 nomor rekening dan anjungan tunai mandiri (ATM) yang mereka miliki dibeli dari beberapa warga. "Kami membelinya pak dari warga yang ingin menjual nomor rekeningnya seharga Rp 500 ribu, korban yang terpedaya kami giring agar mengirim uangnya ke nomor rekening yang sudah kami siapkan.(achwan ali)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/63348

Post a Comment