Kamis, 17 Desember 2009
*Pengunjung Perpustakaan Terbanyak Mahasiswa
PALU - Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, salah satu upaya yang harus dipenuhi yakni dengan banyak membaca. Dengan banyak membaca buku, seseorang sama dengan telah membuka jendela dunia. Pengetahuan dan informasi terkini apakah sifatnya tentang ilmu pengetahuan atau yang berhubungan dengan teknologi, semakin memperkaya isi kepala seseorang jika rajin membaca. Hal itu diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Provinsi Sulteng, Adeleta Lumeno, kemarin (16/12).
Kata dia, hasil evaluasi yang dilakukan pihak perpustkaan dalam mengukur tingkat baca di Perpustakaan Daerah, ternyata masih didominasi oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu dan sekitarnya.
Persentasenya kata Adeleta, tingkat kunjungan mahasiswa datang membaca sekaligus meminjam buku sekitar 75 persen lebih. Sedangkan masyarakat dan anak-anak, baru 20 persen lebih. Dalam tiga bulan sekali, pihaknya mengevaluasi peminjaman buku dan tingkat kunjungan. “Yang memengaruhi tingkat baca masyarakat masih kurang karena masih tingginya budaya tutur di masyarakat sehingga keinginan untuk membaca sangat minim,’’ kata Adeleta.
Perpustakaan Daerah sendiri kata dia, sudah melakukan beberapa upaya maksimal dalam merangsang minat baca masyarakat. Seperti mendatangkan duta baca sekelas Tantowi Yahya. Penyanyi Country Indonesia itu diakui cukup menyedot perhatian masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.
Tapi sayang, trend positif yang demikian tidak bertahan lama. Paling lama hanya tiga bulan, kondisi awal kembali terjadi, yakni masyarakat tak bergairah lagi ke perpustakaan. “Padahal kami buka setiap hari. Silakan datang membaca gratis tanpa biaya. Selain banyak buku baru, kita berusaha menata sedemikian rapi dan bersih ruang baca demi kenyamanan pengunjung,’’tambah Adeleta.
Untuk melakukan gebrakan tingkat kunjungan yang meningkat, pola pikir masyarakat harus diubah. Membudayakan membaca harus dianggap penting, sebagai pintu menuju kesuksesan. Karena dengan banyak membaca buku-buku pengetahuan umum atau buku agama dan sejenisnya sesuai kebutuhan, seseorang akan bertambah wawasan dan kematangan berpikirnya.
Kata dia, budaya baca sebisa mungkin memasyarakat secara luas di masyarakat. Bila perlu mulai dari dalam kandungan, calon ibu sudah mulai membiasakan si jabang bayinya untuk didengarkan suara-suara radio atau tipe yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Sehingga begitu bayinya lahir, sudah akan terbiasa dengan hal-hal yang berhubungan dengan bacaan sesuai dengan tingkat umurnya.
“Biasakanlah diri banyak membaca dan cinta akan buku mulai dari sekarang. Orang yang selalu mengasah pikiran dan daya ingatnya dengan membaca, akan menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat,’’ demikian Adeleta.(fri)
http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Banjarbaru&id=61213

Post a Comment