Saturday, 05 December 2009 00:19
MEDAN - Pertamina menegaskan bahwa stok minyak tanah di Sumatera Utara (Sumut) cukup aman atau sebanyak 27.200 kilo liter, tetapi penarikan minyak tanah bersubsidi dari beberapa kota/kabupaten yang sudah menjalankan konversi terus diakukan.
WASPADA ONLINE
MEDAN - Pertamina menegaskan bahwa stok minyak tanah di Sumatera Utara (Sumut) cukup aman atau sebanyak 27.200 kilo liter, tetapi penarikan minyak tanah bersubsidi dari beberapa kota/kabupaten yang sudah menjalankan konversi terus dilakukan.
"Dewasa ini alokasi minyak tanah bersubsidi untuk Sumut tinggal 1.300 kilo liter dari sebelum konversi yang mencapai 1.800 kilo liter. Jadi stok 27.200 kilo liter itu dinilai cukup aman," kata asistant customer relation, external relation PT Pertamina Retail Region I, Rustam Aji, di Medan, tadi malam.
Dijelaskan, penarikan minyak tanah bersubsidi untuk di Medan sudah 70 persen dari aloakasi sebelumnya yang sebanyak 13.700 kilo liter per bulan, sementara kota/kabupaten lainnya seperti Deli Serdang yang merupakan tahap pertama konversi bersama dngan Medan sudah 90 persen.
"Direncanakan penarikan minyak tanah bersubsidi untuk di daerah konversi tahap pertama sudah selesai tahun ini juga. Adanya antrian diduga karena yang sudah memiliki tabung gas juga masih membeli minyak tanah," katanya.
Sedangkan untuk di delapan kota/lkabupaten yang merupakan tahap kedua konversi dewasa ini distribusi paket perdana tabung gas dan aksesorisnya masih 51,7 persen Dari sebayak 723.800 rumah tangga sasaran /usaha kecil menengah yang berhak mengikuti program konversi minyak tanah ke gas itu sebanyak 369.600 sudah selesia didistribusikan. "Kalau distribusi selesa, maka penarikan minyak tanah juga akan segera dilakukan hingga 100 persen," katanya.
Pertamina sendiri, katanya, menjamin bahwa pengadaan minyak tanah nonsubsidi terjamin di pasar. "Tapi karena tidak subsidi, maka harganya jelas lebih mahal," ujarnya.
Pekan ini, harga normal minyak tanah Rp7.040 per liter, sementara harga minyak tanah bersubsidi untuk di Medan harga eceran tertinggi (HET)-nya hanya Rp2.850 per liter. Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, Pertamna harus lebih mengefektifkan sosialisasi konversi minyak tanah ke gas elpiji agar tidak menimbulkan masalah seperti dewasa ini. Apalagi, katanya, program konversi itu dewasa ini masih saja "diwarnai" aksi penipuan oknum-oknum yang menyebutkan selang gas paket perdana konversi itu tidak bagus dan membahayakan sehingga warga takut dan terpaksa membeli selang gas baru.
(dat02/ann)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=71567:stok-minyak-tanah-di-sumut-aman&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Post a Comment