Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

2 Obat Diabetes Meningkatkan Risiko Patah Tulang pada Perempuan

Selasa, 23 Desember 2008 11:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

Sebuah studi baru-baru ini di Inggris menemukan bahwa dua obat diabetes, Avandia dan Actos, melipatgandakan risiko patah tulang pada perempuan. Avandia (rosiglitazone) dan Actos (pioglitazone) digunakan untuk menurunkan gula darah pada pasien-pasien penderita diabetes jenis 2.

Beberapa studi baru-baru ini menemukan bahwa Avandia meningkatkan risiko gagal jantung, serta kematian akibat serangan jantung. "Para perempuan yang mengkonsumsi obat ini seharusnya mempertimbangkannya lagi," kata pemimpin studi Dr. Yoon Loke, dosen senior kesehatan di Universitas Anglia Timur di Norwich."Masih ada pilihan obat yang lain. Saya rasa obat yang berisiko menyebabkan patah tulang bukanlah merupakan pilihan yang baik."

Laporan ini dipublikasikan tanggal 10 Desember di the Canadian Medical Association Journal. Tim Loke mengevaluasi 10 percobaan yang melibatkan 13.715 penderita diabetes yang mengkonsumsi Avandia, Actos, atau yang tidak mengkonsumsi satu pun dari obat ini.

Studi-studi ini menemukan bahwa obat-obat ini menurunkan kepadatan tulang di tulang belakang dan pinggul perempuan yang menggunakan kedua obat ini. Kelompok Loke memperkirakan bahwa penurunan kepadatan tulang ini akan melipatgandakan risiko patah tulang pada perempuan yang menggunakan obat ini.

Para peneliti memperkirakan bahwa perempuan yang telah berisiko mengalami patah tulang, maka 1 dari 21 orang yang mengkonsumsi obat ini akan mengalami patah tulang, dan bagi perempuan yang memiliki risiko rendah mengalami patah tulang, 1 dari 55 orang akan mengalami patah tulang.

Tetapi, penurunan kepadatan tulang ini tidak terlihat pada laki-laki. Loke memperkirakan bahwa perempuan terpengaruh karena adanya interaksi antara obat-obat ini dengan estrogen, yang memperlemah tulang perempuan. Hal ini juga mungkin disebabkan oleh tulang perempuan yang lebih kurus, sehingga penurunan sedikit saja massa tulang dapat meningkatkan risiko mengalami patah tulang, tambah Loke.

"Hasil studi ini seharusnya membuat kita lebih berhati-hati, terutama karena dikaitkan juga dengan peningkatan risiko gagal jantung, serta serangan jantung," kata Lipscombe dari Clinical Evaluative Sciences dan Universitas Toronto di Canada.

"Karena obat-obat diabetes biasanya diterima berdasarkan efektifitasnya dalam mengontrol gula daripada hasil jangka panjangnya, maka dampak ini muncul setelah obat telah dipasarkan," kata Dia.

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2008/12/23/796/2/2-Obat-Diabetes-Meningkatkan-Risiko-Patah-Tulang-pada-Perempuan-
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts