Jumat, 08-01-10 | 09:38
MAKASSAR -- Pesawat Boeing 733-200 milik maskapai penerbangan Sriwijaya Air rute Surabaya-Makassar tergelincir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis 7 Januari.
Akibat peristiwa ini, sejumlah penerbangan yang akan landing dialihkan ke berbagai bandara, seperti Denpasar dan Balikpapan. Selain itu, penerbangan yang akan take off juga terpaksa ditunda. Bahkan Ekspress Air nomor penerbangan 9010 tujuan Mamuju dibatalkan.
Kecelakaan yang menimpa pesawat berpenumpang 124 orang dengan nomor penerbangan SJW 594 ini terjadi pukul 14.33 Wita saat pesawat akan landing (mendarat) di run way 31. Saat itu pesawat yang dipiloti HF Suan mengalami pecah ban pada roda belakang.
Beruntung saat kejadian landasan diguyur hujan deras sehingga empasan bagian depan pesawat tidak menimbulkan percikan api. Penumpang dan kru pesawat dengan nomor register PK-CJM tersebut langsung dievakuasi. Sementara badan pesawat baru bisa ditarik ke apron bandara lama 77 menit setelah kejadian.
Kepala Administrator Bandara Sultan Hasanuddin, M Sidabutar memperkirakan, insiden itu terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang mencapai 27 knot pada arah 320 derajat. "Inilah yang memicu sehingga pesawat seperti terempas saat landing hingga menyebabkan ban belakang pecah," ujar Sidabutar yang ditemui di apron bandara lama, kemarin.
Assistant Manager Operational Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sugiono juga mengakui penyebab kecelakaan itu. "Sebelum berbelok ke parking, kedua ban roda belakang sebelah kanan pecah, sehingga pesawat meluncur hingga ujung landasan," ucapnya.
General Manager Sriwijaya Air, Budianto, menjelaskan pesawat tersebut dijadwalkan tiba pukul 14.50 Wita. Pesawat yang akan menurunkan penumpang di Makassar ini akan melanjutkan penerbangan ke Kendari. Namun karena insiden ini, sebagian penumpang terpaksa dititip di penginapan sekitar bandara.
"Kejadian ini murni karena faktor cuaca. Tidak ada kerusakan pada pesawat. Semua normal. Pesawat itu segera difungsikan kembali," kata Budianto.
Dari bandara, sejumlah penumpang mengaku kecewa karena jadwal pemberangkatannya tertunda. Prianti Sukma, 32, misalnya, mengaku harus korban dengan agenda yang direncanakan karena insiden ini.
"Saya rugi waktu dan rugi tenaga. Sebab jadwal keberangkatan yang tidak pasti, membuat kita harus menunggu lama di bandara," paparnya. (rhd)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=78316

Post a Comment