Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Gula dan Beras Tak Masuk CAFTA

Senin, 11 Januari 2010 18:29 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menegaskan beras dan gula tidak masuk dalam komoditas yang diikutkan dalam China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas China-Asean. Di Jakarta, Senin (11/1), Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi mengatakan, beras dan gula merupakan komoditas pangan yang strategis bagi suatu negara, sehingga masuk kategori "Special Product" (SP) yang dibolehkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan kebijakan yang melindungi komoditas tersebut," katanya.

Menyinggung komoditas pertanian lainnya, Bayu menyatakan, untuk produk perkebunan sebenarnya dengan adanya FTA Asean-Cina tidak perlu dikuatirkan karena selama ini Indonesia masih lebih unggul dibandingkan China. Produk-produk perkebunan Indonesia, bahkan berhasil masuk ke negara tersebut seperti produk minyak sawit mentah (CPO), kopi, teh, karet, bahkan produk olahan seperti ban dan kram rubber.

Neraca perdagangan Indonesia-China di sektor perkebunan selam empat tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang positif yakni naik dari 800 juta dolar AS menjadi 2,4 miliar dolar AS. "Oleh karena itu sebenarnya FTA China-Asean ini tak perlu dikuatirkan bahkan bisa menjadi peluang produk kita masuk ke Cina," katanya. Namun demikian, dia mengakui, untuk produk hortikultura nasional masih harus ditingkatkan daya saingnya dengan berlakunya FTA China-Asean.

Untuk melindungi masuknya produk serupa dari negara lain pemerintah akan menerapkan kebijakan "non tarif barrier" yakni dengan instrumen Sanitary and Phytosanitary (SPS), keamanan pangan, kehalalan dan biodiversitas. Menurut Menteri Pertanian Suswono, untuk menghadapi CAFTA maka peningkatan ekspor bisa dikhususkan pada produk-produk eksotis atau yang hanya ada di Indonesia dan tidak ada di negara lain.

"Termasuk produk perkebunan yang menjadi unggulan ekspor seperti CPO, kakao, karet, ini didorong agar mereka bisa membeli optimal," katanya.

Sedangkan untuk produk buah-buahan yang juga dimiliki negara lain seperti jeruk, maka perlu adanya peningkatan daya saing di dalam negeri. "Tantangan terhadap barang sejenis ini yang harus dievaluasi apakah mungkin atau tidak kita tingkatkan dnilai tambah atau daya saing," katanya. Kalau tidak mungkin ditingkatkan daya saingnya, tambahnya, lebih baik tak terjun produk sejenis, namun lebih baik dialihkan ke komoditas yang lain.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/01/11/8692/Gula-dan-Beras-Tak-Masuk-CAFTA/198
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts