Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Impor Gula Maksimal 200 Ribu Ton

Selasa, 12 Januari 2010 , 08:48:00

11 Investor Bangun Pabrik Baru

Pemerintah membatasi lelang gula impor yang akan dilakukan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) hingga maksimal 200 ribu ton. Sebelumnya, pemerintah menargetkan impor gula 364.500 ton.

------

Sebanyak 100 ribu ton gula dipastikan akan diimpor oleh Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). PTPN dan RNI akan kembali melakukan tender pada minggu ini setelah gagal melakukan tender minggu lalu. Gula impor PTPN dan RNI diperkirakan akan masuk pada akhir Januari atau awal Februari mendatang. “Mudah-mudahan jumlah itu cukup," ujar Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di sela-sela acara Indonesia-Jepang Joint Economic Forum, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, kemarin (11/1). Bayu mengungkapkan, setiap saat pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan gula. "Kuota impor yang ditetapkan 500 ribu ton, tapi jika bisa dengan 300 ribu ton saja cukup, ya bagus," ucap Bayu.
Bayu kemudian memaparkan, stok gula Indonesia pada akhir tahun sebanyak 500 ribu ton. Jumlah itu dinilai tidak bisa mencukupi kebutuhan gula dalam negeri hingga masa giling baru dilaksanakan pada pertengahan 2010. Sebab itu, pemerintah memutuskan untuk mengimpor gula sebesar 500 ribu ton. Importir gula yang ditunjuk pemerintah adalah Perum Bulog, PTPN, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Rajawali. Kuota impor untuk PTPN sebesar 288.500 ton dan untuk PT RNI sebesar 85 ribu ton.
Pada bagian lain, sebelas investor menyatakan siap berpartisipasi dalam pembangunan 11 pabrik baru. Sayang, mereka masih memiliki masalah mendapatkan lahan. Permasalahan mengenai lahan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi antara bupati dan investor dengan pemerintah pusat di kantor Kementerian Perindustrian kemarin.
Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian (Deptan) Achmad Mangga Barani mengatakan, selama ini investor mengurus sendiri penyediaan lahan. ?Nah, sekarang kami yang akan menyelesaikan. Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait Pengusahanya tidak usahlah mengurus. Kalau masalahnya sudah selesai, nanti biar aplikasinya diserahkan ke pengusaha," tuturnya usai rapat.
Perluasan lahan memang harus dilakukan. Tidak ada pilihan lain. Makanya, pemerintah meminta bupati dan investor untuk melaporkan berapa kebutuhan lahan dan investasi yang digunakan untuk pembuatan pabrik baru. " Kami minta membuat laporan sebelum bulan Januari habis. Soalnya 2014 kan bukan waktu yang panjang. Harus segera di bereskan. Kalau tidak, jangan mimpi bisa produksi gula sebanyak itu," lanjutnya. Setelah itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pejabat eselon I. Dari data calon investor yang berminat, total kapasitas gilingnya baru mencapai 86 ribu TCD. Total kebutuhan lahannya untuk perkebunan tebu dan sarana lainnya mencapai 197 ribu hektar. Namun, lahan yang dikuasai baru 28 ribu hektar. "Sisa kapasitas giling yang belum ada investornya sebesar 70 ribu TCD dengan kebutuhan luas lahan 100 ribu hektar," tuturnya. (jan/kim)

http://www.wartakota.co.id/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts