Rabu, 20 Januari 2010
Sutet ke Palu Mulai Dibangun
POSO- Krisis listrik yang terjadi di Palu dan sekitarnya akan teratasi. Ini setelah PT Poso Energi, pengelola PLTA Sulewana bersedia menyuplai tenaga listriknya ke Palu.
Projeck Manager PT Poso Energi, Ahmad Kalla mengatakan, kontrak pembelian listrik antara pihak PT Poso Energi dengan PLN ke arah Palu sudah ada. “Sebagai tahapan realisasi suplai listrik ke Palu, PT Poso Energi tengah membangun tiang jaringan sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi) arah Palu-Sulewana,” katanya kepada wartawan di sela-sela kunjungan mantan Wapres Jusuf Kalla di Poso, kemarin(19/1)
Kemarin, Jusuf Kalla tiba di bandara udara Kasiguncu, Poso, pukul 08.20 Wita, Jusuf Kalla yang didampingi sang adik Ahmad Kalla, serta sejumlah kolega, di antaranya Sofyan Wanandi, dan Letjen (pur) Soemarsono. Mereka langsung disambut Bupati Poso Piet Inkiriwang bersama Muspida dan pejabat teras Pemkab Poso lainnya.
Dari Bandara Kasiguncu, rombongan Kalla kemudian menuju rumah jabatan Bupati Poso. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju lokasi proyek PLTA Poso di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara. Kedatangan Kalla untuk pertama kalinya di Poso pasca tidak lagi menjabat Wapres RI itu, memang ditujukan khusus ke Sulewana untuk melihat perkembangan mega proyek PLTA Poso.
Tiba di lokasi proyek sekitar pukul 10.00 Wita, Kalla langsung mengikuti pemaparan perkembangan salah satu pekerjaan proyek listrik terbesar di wilayah Sulawesi tersebut. Dilaporkan pihak pelaksana proyek (PT Poso Energi) kepada Kalla, bahwa hasil pekerjaan konstruksi fisik proyek sudah mencapai 35 persen. Ditargetkan mechanical complete unit 1 dan 2 akan selesai Oktober 2010. Sementara target mechanical complete unit 3 akan selesai Februari 2011.
Untuk menukangi proyek besar ini, PT Poso Energi melibatkan 1.032 orang tenaga kerja. Rinciannya 630 tenaga kerja berasal dari PT Poso Energi sendiri, dan 400 orang sub kontraktor.
Kepada wartawan, Jusuf Kalla mengatakan, faktor alam, yakni labilnya kondisi tanah di beberapa titik lokasi proyek, menjadi kendala utama proses pengerjaan proyek listrik yang dikerja salah satu perusahaannya. Sehingga penyelesaian pekerjaan terkesan terulur. “Pekerjaan A sudah selesai dilaksanakan. Tapi tiba-tiba tanahnya labil. Maka otomatis hasil pekerjaan itu dibongkar lagi dan mengulangi pekerjaan itu kembali,” ujar Kalla.
Untuk mencapai hasil pekerjaan PLTA Poso yang sudah ada saat ini, Kalla mengklaim perusahaannya telah mengabiskan dana triliunan rupiah. “Untuk rampung 100 persen, dana yang dibutuh sekitar Rp3 triliun. Untuk sampai sekarang yang habis kira-kira sudah Rp2,5 triliun,” kata Kalla.
Menurut Kalla, proyek PLTA Sulewana bukan lah proyek ringan. Selain butuh dana yang tidak sedikit, proses pengerjaannya juga membutuhkan analisis konstruksi yang mantap serta teknologi yang mutakhir.
PRIORITAS POSO
PT Poso Energi memastikan akan tetap memprioritaskan Poso dan Tentena sebagai sasaran produk listrik (PLTA Poso) yang sedang ditukangi. Tak cuma Poso dan Tentena.
Berapa besar listrik PLTA Poso yang akan diberikan untuk Poso dan Tentena? Ahmad Kalla menyebutkan, daya listrik yang akan disuplai ke Poso sebesar 10 MW dan 1 MW untuk Tentena. “Semua listrik yang disuplai PLTA Poso ke wilayah-wilayah sasaran akan dikelola langsung oleh pihak PLN,” kata adik Jusuf Kalla itu.
Komitmen pemberian listrik ke Poso dan Tentena juga disampaikan Jusuf Kalla. Mantan Wapres RI ini bahkan menyatakan, untuk suplai listrik ke wilayah Poso dan Tentena akan diupayakan secepatnya. Khusus untuk suplai listrik ke Tentena 1 MW, Poso Energi memastikan sudah bisa dilaksanakan dalam dua bulan ke depan. “Untuk ke Tentena insya Allah, Maret sudah bisa dilakukan,” sebut Kalla yang didampingi Bupati Poso Piet Inkiriwang.
Pada tahun 2010 ini, Poso Energi menargetkan sudah bisa mengoperasikan produksi listriknya sebesar 60 MW. Produk inilah yang sebagian akan di suplai ke Poso (10 MW) dan Tentena (1 MW). Terkait jaringan yang digunakan untuk menyuplai listrik ke Poso dan Tentena, Kalla mengatakan masih akan menggunakan jaringan listrik milik PLN yang sudah ada. Namun demikian, akan dilakukan penambahan dan perbaikan jaringan yang dianggap perlu dan penting.
Jusuf Kalla mengatakan, mega proyek PLTA Poso akan berperan positif dalam mengatasi krisis listrik di Sulawesi. “Listrik PLTA Poso bisa mengatasi krisis listrik di Sulawesi. Tapi tentu saja tidak semua wilayah Sulawesi yang mengalami krisis listrik dapat diatasinya,” pungkasnya. (bud)
http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=62589

Post a Comment