Kamis, 07/01/2010 14:40 WIB
Ryan Syair - Posmetro Padang
Pemerintah Kota Padang Panjang mengakui jika berbagai program pengentasan kemiskinan (taskin) di kota berjuluk Serambi Mekkah itu belum berjalan maksimal.
Wali Kota Padang Panjang, dr H Suir Syam menyatakan bahwa hal tersebut dibuktikan dengan masih berfluktuasinya angka kemiskinan di daerah berpenduduk 50 ribu jiwa itu.
"Kita harus akui bahwa berbagai program dan kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kota Padang Panjang belum berjalan sesuai harapan dan masih banyak kelemahan dalam pelaksanaannya," kata Suir.
Dikatakannya, tak jarang pihaknya mendapati berbagi temuan di lapangan, terkait tidak tepatnya maksud dan sasaran dari guliran program pengentasan kemiskinan tersebut. Suir mencontohkan, seorang keluarga miskin yang memiliki keahlian bertani, justru diberi keterampilan bertukang. Ada lagi seorang peternak yang diberi bantuan modal berdagang.
"Kelemahan lain yang kita lihat adalah kurangnya koordinasi dari masing-masing SKPD. Sehingga tak jarang dua SKPD berbeda memberikan pelatihan dan bantuan yang sama kepada masyarakat miskin,"kata Suir.
Wali kota juga melihat kurangnya evaluasi mendalam terhadap berbagai program penanggulangan kemiskinan.
Sebuah program yang dilaksanakan setiap SKPD tidak diikuti dengan monitoring dan evaluasi pada tahun berikutnya. Sehingga sangat menyulitkan untuk menilai keberhasilan program-program yang telah digulirkan.
"Terakhir, kita juga masih terus berdebat mengenai kriteria penduduk miskin. Masing-masing instansi memiliki data kemiskinan berbeda, karena juga menggunakan indikator yang berbeda," ujarnya.
Kedepan, Suir Syam sebagai Walikota Padangpanjang berharap ada suatu kesepakatan mengenai kriteria kemiskinan yang bisa digunakan untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Hal itu untuk merumuskan upaya yang tepat untuk mengentaskannya.
"Diharapkan tidak akan ditemukan lagi adanya bantuan yang salah sasaran dan bantuan ganda,"tutup Suir Syam.(*)
http://www.padang-today.com/?today=news&id=12574

Post a Comment