Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Mutu SDM Bergantung Guru

Senin, 11 Januari 2010

BANDAR LAMPUNG (Lampst): Kunci peningkatan mutu sumber daya manusia mendatang sangat bergantung pada profesionalisme guru. Pada posisi inilah Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) harus berperan.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional Revitalisasi Program LPTK dalam Menghasilkan Pendidik Profesional yang Adaptif untuk Dunia yang Berubah di Hotel Nusantara Bandar Lampung Sabtu (9-01).

"LPTK merupakan lembaga pendidikan bagi guru yang memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menghasilkan guru profesional, adaptif, dan akomodatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Prof. Udin Syaefudin dari Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jakarta.

Untuk itu, kata dia, perlu upaya aktif mengembangkan program kurikulum LPTK berdasarkan kajian dan analisis terhadap tuntutan masyarakat berdasarkan future study of knowledge development.

Namun, kata Udin, ada problem teknis yang dihadapi LPTK dalam menghasilkan guru berorientasi masa depan: lulusan saat ini belum memenuhi syarat PP No. 19/2005 yakni harus sarjana pendidikan.

"Tidak adanya jaminan lulusan sarjana pendidikan mendapat tempat di dunia kerja dan belum adanya teacher supply demand planning sebagai acuan baku jabatan guru adalah tantangan LPTK," kata dia.

Ia berharap ada inovasi dan kreativitas dalam perkembangan LPTK ke depan.

"Kita patut melihat berdasarkan data evaluasi Bank Dunia. Dari 150 negara di dunia, 45 persen keberhasilan negara atau masyarakat 45 persen bersumber dari inovasi dan kreativitas. Disusul networking 25 persen, teknologi 20 persen, dan national resources 10 persen."

Sementara itu, Dudung Samahdumin yang juga dari UPI memaparkan mengenai efektivitas implementasi kebijakan sistem manajemen mutu. Ia mengatakan pengendalian mutu atau ISO dalam pendidikan harus dipadukan.

"Ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan: kualitas input, yaitu sumber daya untuk diproyeksikan di masa mendatang. Kualitas manajemen proses dalam memanfaatkan sumber daya tadi, dan kualitas output dari pelaksanaan proses berdasarkan tuntutan atau kebutuhan," kata dia.

"Sudah saatnya lembaga pendidikan termasuk LPTK menerapkan standar mutu dalam mencetak tenaga pendidikan agar tercipta kualitas yang profesional dari sistem pendidikan yang diterapkan," kata dia. MG14/UNI/K-1

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010011103343419
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts