Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Pelayaran Kapal Lintas Provinsi yang Melewati Laut Jawa Ditunda

[ Sabtu, 16 Januari 2010 ]

Tinggi Gelombang Capai Lima Meter

SEMARANG - Cuaca di sebagian besar laut di Nusantara belum bersahabat. Rute perjalanan jalur laut jadi tidak menentu karena terhadang kondisi cuaca.

Di Semarang, sejumlah kapal lintas provinsi yang akan melewati Laut Jawa harus ditunda. Pelabuhan Padang Bay yang menghubungkan Bali-Lombok berlalu buka tutup.

Penundaan sejumlah kapal dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, membuat ratusan penumpang keleleran di terminal keberangkatan. Sebagian besar penumpang yang telah membeli tiket memilih menginap di pelabuhan.

Supervisor Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Kaswadi menyampaikan, penundaan pemberangkatan kapal terjadi karena gelombang laut mencapai lebih dari 5 meter. Penundaan telah diberitahukan kepada penumpang. Pengelola kapal juga telah mengembalikan uang tiket seratus persen.

Kaswadi membeberkan, pembatalan pemberangkatan kapal terjadi pada Kamis lalu (14/1). KM Egon tujuan Pontianak dan KM Marisa tertahan di Pelabuhan Pontianak. Artinya, bukan hanya Pelabuhan Tanjung Emas yang menunda pemberangkatan kapal.

Dia memperkirakan, gelombang tinggi akan terus terjadi hingga Maret mendatang. Kendati ada sejumlah keterlambatan, penumpang tidak diperkenankan menginap di terminal pelabuhan. Sebab areal terminal hanya digunakan untuk transit penumpang.

"Jika keterlambatan hanya 5-6 jam, penumpang boleh menginap di dalam terminal penumpang. Namun, jika keterlambatan hingga 2-3 hari, kami mengimbau penumpang kembali lagi setelah ada kepastian keberangkatan kapal," papar Kaswadi.

Berdasar pantauan koran ini kemarin (15/1), di luar terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, sejumlah penumpang tampak menunggu keberangkatan kapal. Beberapa di antaranya menginap rata-rata lebih dari dua malam. Mereka terpaksa menginap di pelabuhan karena berasal dari luar kota dan minim bekal.

Sebagian penumpang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka menginap di teras terminal pelabuhan hanya beralas tikar dan selimut. Untuk keperluan mandi dan makan, mereka memanfaatkan rumah makan di dekat pelabuhan. (dit/isk/jpnn/ruk)

http://www.jawapos.com/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts