Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Penculik Bayi Itu Ternyata Bidan Puskesmas

Kamis, 14 Januari 2010 | 10:56 WIB

JAKARTA - SURYA- Penculik bayi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, ternyata adalah seorang bidan yang bekerja di puskesmas tersebut. Yan, sang pelaku, mengambil bayi yang dilahirkan Murtanti bukan pada jam bekerjanya karena saat menculik, Jumat (8/1/2010) lalu, ia sebenarnya sedang cuti.

Menurut informasi dari Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, bayi itu ditemukan Rabu petang (13/1/2010) di rumah Yan, di Duri Kosambi, Cipondoh, Tangerang. Bayi dalam keadaan selamat dan sudah dikembalikan pada ibunya. Sedangkan Yan langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat untuk dimintai keterangan.

Mengenai motif penculikan, Aris mengaku belum mengetahuinya, meski ia tidak menampik bahwa bisa jadi penculik berniat menjual bayi itu, mengingat banyaknya kasus adopsi ilegal.

Adapun bayi laki-laki yang baru 14 jam dilahirkan Murtanti diculik dari pangkuannya, Jumat (8/1/2010) pukul 18.30. Penculik menyamar sebagai suster di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat. “Saya sama sekali tak curiga dengan orang yang mengambil bayinya. Dia berlagak sebagai seorang suster. Dia berkerudung, mengenakan baju panjang warna merah jambu, dan menggunakan masker,” ujar Murtanti waktu itu.

Menurut sang ibu, ketika masuk ke ruang Cempaka, di mana Murtanti dan bayinya berada, Yan mendatangi satu per satu bangsal di puskesmas. Dalam ruangan puskesmas yang dilengkapi pendingin udara (AC) itu, ada tiga bangsal yang semuanya ditempati pasien.

Awalnya, Yan mendatangi bangsal yang ditempati Ny Jauhari yang berada di depan bangsal Murtanti. Di bangsal Ny Jauhari, perempuan tersebut melakukan beberapa pertanyaan. Setelah itu, dia melakukan pemeriksaan terhadap Ny Jauhari dan bayinya.

Seusai dari bangsal Ny Jauhari, Yan mendatangi bangsal Murtanti. Seolah suster yang profesional, dia kemudian kembali mengajukan pertanyaan kepada Murtanti tentang kondisi kesehatannya setelah melahirkan. Selanjutnya, ia memegang-megang perut Murtanti.

Seusai memegang-memang perut Murtanti, ia menanyakan keberadaan bayi yang diletakkan di sebelah kanan Murtanti. Sebelumnya bayi itu sedang dipangku, tetapi ketika Yan datang, Murtanti memindahkannya di sebelah kanannya.

“Pertama dia menanyakan apa jenis kelamin anak saya. Kemudian saya jawab laki-laki,” ujar Murtanti.

Setelah menanyakan jenis kelamin, Yan membuka maskernya, kemudian menanyakan apakah bayi itu telah diimunisasi atau belum. “Saya mengatakan bayi saya sudah diimunisasi. Lestari, adik saya yang saat itu menunggui saya, pun mengatakan bayi itu sudah diimunisasi,” kata Murtanti.

Namun, Yan mengatakan bahwa imunisasi yang akan dilakukan adalah imunisasi yang berbeda. “Perempuan itu kemudian membawa bayi saya,” katanya.

Murtanti dan Lestari membiarkan saja Yan membawa bayi yang memiliki berat 3,2 kg dan panjang 49 cm itu. Mereka mengira hal itu memang prosedur dari puskesmas yang harus dijalani.

“Kami percaya jika orang itu adalah suster. Dia. memang tidak pakai seragam, tapi masker dan gayanya menunjukkan jika dia seorang suster,” katanya.

Meski tidak mengenakan seragam, Murtanti dan Lestari mengaku memercayai Yan sebagai suster karena sebagian besar suster di puskesmas itu juga tidak berseragam.

“Rata-rata suster di sini juga tidak berseragam. Mereka cuma pakai masker. Papan nama di dada juga tidak ada,” ungkapnya.

Murtanti dan Lestari baru menyadari jika bayi mereka dicuri orang, setelah satu jam setelah peristiwa itu. “Kami curiga setelah ditunggu satu jam bayi itu tidak kembali. Adik saya kemudian saya suruh untuk mengeceknya,” kata Murtanti.

Karena tak berhasil mencari perempuan tersebut, Lestari kemudian kembali mendatangi kakaknya yang masih terbaring lemah. Dengan berat hati, Lestari menceritakan jika bayi kakaknya telah diculik.
wsn/kcm

http://www.surya.co.id/2010/01/14/penculik-bayi-itu-ternyata-bidan-puskesmas.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts