Jumat, 08 Januari 2010
Palu - Akibat mesin unit dua milik PLTU Mpanau shutdown, mengakibatkan PLN Cabang Palu mengalami defisit tenaga listrik sebesar 17-20 Megawatt (MW). Akibatnya, PLN terpaksa melakukan pemadaman secara bergilir.
Humas PLN Cabang Palu Petrus Walasary, Rabu kemarin (6/1) mengatakan kondisi yang ada saat ini di PLN terhitung sejak tanggal 4 Januari terjadi pemeliharaan unit dua PLTU Mpanau sehingga beban yang disuplay di PLN berkurang. Dimana sebelumnya suplay dari PLTU sebesar 22-23 MW, karena adanya pemeliharaan suplai yang diterima PLN hanya berkisar 11-12 MW.
Menurut Pertrus, itupun masih fluktuatif (berubah-ubah,red) tegangan yang masuk tergantung kondisi mesin PLTU.
“Karena mesin PLTU shutdown, maka PLN mengalami defisit tenaga lsitrik sebesar 17-20 MW pada saat beban puncak. Jika defisit 20 MW maka beban puncak hanya mencapai 31 MW. Sementara jika 17 MW yang berkurang berarti beban puncak mencapai 34 MW. Ini berlaku untuk sekitar wilayah Palu, Kabupaten Parimo dan Donggala,” ujar Petrus.
Untuk kondisi dari PLTD Silae sendiri hingga saat ini dalam kondisi normal. Unit delapan yang sempat mendapat perbaikan sebagai konpensasi pembatalan relokasi mesin dari Bitung sebesar 5 MW saat ini sudah beroperasi. Namun dengan adanya pemeliharaan mesin PLTU Mpanau pihaknya tidak bisa menghindari untuk tidak melakukan pemadaman.
Dikatakan, pemadaman tersebut berlangsung selama 5-6 jam dalam sehari, yang dijadwalkan dari tanggal 4 sampai 9 Januari mendatang.
“Jika PLTU mengalami gangguan atau pemeliharaan mesin sudah pasti terjadi pemadaman. Saat dalam kondisi normal saja PLN masih mengalami defisit 3-5 MW dan berpengaruh besar kalau PLTU mengalami shutdown. Kapasitas mesin PLTU besar tidak sama dengan PLTD Silae yang mesinnya rata-rata berkapasitas kecil,” ujar Petrus.
Sementara, untuk pengaturan jadwal pemadaman tergantung dari sistem. Namun hal tersebut bisa dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, suplai yang fluktuatif atau tegangan naik turun dari pembangkit dan kendala sistem jaringan dan faktor cuaca dan gangguan alam yang tidak disengaja.
TDL
Sementara itu, munculnya rencana pemerintah kembali menaikkan tarif dasar listrik (TDL) mendapat sorotan dari dunia usaha dirasakan masih kurang seimbang dengan tingkat pelayanan kebutuhan listrik saat ini. Kota Palu hampir setiap hari terjadi pemadaman bergilir. Padahal kebutuhan listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan primer, termasuk untuk menunjang perkembangan dan pembangunan kota.
Center Manager Mall Tatura Palu (MTP), Mulyadi Mokhtar mengatakan yang paling penting dari apa yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait listrik, yang penting adalah kualitas pelayanan.
“Kita sih oke-oke saja atas kenaikan TDL. Tapi harus diperhitungkan matang-matang. Walaupun kita tahu, itu akan berdampak pada kenaikan biaya operasional di semua bidang usaha, yang sangat bergantung pada listrik seperti kita” kata Mulyadi.
Jika TDL benar akan naik, kata Mulyadi kemungkinan besar pihaknya akan melakukan penyesuaian tarif dengan semua Tanen (pengguna los/ruang) yang ada di Mall Tatura. Sebab pengguna langsung listrik di Mall Tatura adalah para tenant. (Irma-sahril)
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5148&Itemid=1

Post a Comment