13:30 WIB Karakas, Venezuela
Jumat, 15 Januari 2010 00:00 WIB
PRESIDEN Venezuela Hugo Chavez menunda pemadaman listrik bergilir di ibu kota Venezuela sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu disampaikan Hugo Chavez sehari setelah kebijakan pemadaman bergilir diterapkan.
Presiden Hugo Chavez juga sudah memecat Menteri Kelistrikan Angel Rodriguez karena dinilai bersalah dan paling bertanggung jawab terhadap kebijakan pemadaman bergilir itu.
Pengumuman Chavez yang disampaikan Rabu (13/1) malam itu membawa dampak pergeseran strategis yang signifikan.
Tujuannya adalah mencegah penyebaran mati listrik di bulan-bulan yang akan datang melalui pemadaman bergilir hingga 4 jam sehari di seluruh negeri.
"Saya telah meminta agar pemadaman listrik ditunda hanya di Karakas. Karena pemerintah harus mampu mengetahui kesalahan yang terjadi dan memperbaikinya di saat yang tepat," ujar Chavez.
Chavez mengatakan pihak yang berwenang telah melakukan kesalahan dalam pemadaman yang terjadi di Karakas pada Selasa (12/1) tengah malam.
"Saya melihat di satu wilayah terjadi pemadaman berulang tiap beberapa jam sekali," imbuhnya.
Bahkan, lanjutnya, akibat pemadaman yang teledor itu, sejumlah rambu lalu lintas mati.
"Saya katakan cukup, jika ini yang terjadi, saya yakin ada yang salah," tukasnya.
Chavez memastikan tidak akan ada lagi pemadaman hingga proses penghematan energi dievaluasi secara menyeluruh.
Pemerintah mengatakan penjatahan energi listrik sangat penting untuk mencegah penyebaran mati listrik, khususnya apabila level air di dalam Dam Guri yang menyuplai sebagian besar persediaan listrik di Venezuela menurun hingga titik kritis di musim kemarau.
Pemerintah juga mengumumkan kebijakan penurunan produksi sejumlah gas dan bahan bakar minyak selama proses perbaikan penampungan air dilakukan. (MP/AP/I-1)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/15/117136/75/19/Presiden-Chavez-Tunda-Pemadaman-Listrik-di-Karakas

Post a Comment