Tuesday, 29 December 2009 10:17
SETELAH hari raya Natal berlalu, ternyata pusat kota masih ramai. Kotor dan semrawut pun tampak jelas. Kebersihan yang harusnya mendapat perhatian khusus di pusat kota sebagai pusat aktivitas warga Manado, begitu juga ruas jalan protokol yang paling banyak digunakan warga.
Pantauan wartawan koran ini di Jl Sudirman, Jl Sam Ratulangi, Jl Suprapto dan Jl Pierre Tendean, sampah berserakan di jalan raya dan di trotoar. Di boulevard, terlihat sampah plastik mendominasi di badan jalan. Bahkan di belakang sebuah kantor, sisa dari pohon yang dipotong hanya dibiarkan dan tidak diangkat. Di samping Bank Sulut, sampah dedaunan dan sampah plastic, bahkan kertas, terlihat di sudut-sudut jalan. Lebih tepatnya di samping pangkalan ojek, sampah tertumpuk dan hanya dibiarkan begitu saja.
Di depan gedung PWI juga terlihat pemandangan yang sama, namun bedanya, sampah plastik sisa air minum yang paling banyak, sedangkan di depan hotel Kawanua terlihat banyak sampah kardus. Ini disebabkan banyak pedagang yang berjejeran di pinggiran jalan. Saat menjual, mereka menggunakan plastik dan dus untuk membungkus jualan. “Wajah Manado seharusnya diubah, tidak seperti ini. Jangan nanti bersih saat akan diadakan penilaian Adipura. Semua komponen masyarakat harus berbondong-bondong untuk bersih-bersih dan setelah selesai, tidak ada aktivitas pembersihan lagi,” ungkap Daniel Poluan, mahasiswa Unsrat.
Senada diungkapkan Alex Pinontoan, warga Teling. Menurutnya, kebersihan adalah tanggungjawab semua masyarakat bukan hanya pemerintah. Meskipun pemerintah sudah berupaya, tapi bila tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, semua akan sia-sia. “Harus saling mendukung supaya berhasil,” katanya.(cia)
http://www.mdopost.com/

Post a Comment