Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Sehat Bersama Puskesmas Ambruk

Minggu, 10 Januari 2010

BANDAR LAMPUNG--Kalau badan sakit, meriang, dan kepala senut-senut, jangan nekat masuk Puskesmas Pinang Jaya. Bukan sembuh yang didapat, melainkan kepala tertimpa genting dan plafon.

Ini bukan cerita puskesmas di wilayah terpencil, tapi di ibu kota Provinsi Lampung, tepatnya di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

Sejak atap ruang kepala puskesmas ambruk pada Oktober 2009, fasilitas layanan terdepan bagi masyarakat ini tidak berfungsi maksimal.

Rini (25) warga yang tinggal bersebelahan dengan Puskesmas Pinang Jaya, mengatakan puskesmas tidak seramai dulu lagi. Suami Rini, Sutigno, mengkhawatirkan kondisi puskesmas secara keseluruhan. Atap puskesmas bisa ambruk karena kayunya lapuk.

Fotografer Lampung Post mengambil gambar dari atap, Sabtu (9-12), tidak berani lama-lama berdiri di atas karena kondisi atap lapuk dan gemeretak saat dinaiki. Kayu atap bangunan lapuk dan tidak mampu menahan beban.

Sisa runtuhan atap masih tersisa di ruang kepala puskesmas. Beberapa kayu penahan atap terlihat patah. Petugas puskesmas menambal atap dengan terpal plastik untuk menahan dari air hujan.

Masih tampak sisa terpal plastik menempel di bagian atap. Plafon rusak terlihat di koridor, laboratorium, ruang konsultasi kesehatan, dan ruang gigi. Beberapa ruang masih bagus dan rapi, tapi atapnya lapuk. Perasaan ngeri, takut, dan waswas juga terlontar dari Suhartini, bidan puskesmas.

"Saya ngeri takut roboh," kata Suhartini. Saat hujan, air masuk ke puskesmas melalui atap yang ambruk dan membuat lantai banjir. Menurut Suhartini, petugas Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pernah datang meninjau kondisi Puskesmas Pinang Jaya. Namun, belum dapat dipastikan kapan diperbaiki. Petugas Dinas Kesehatan pernah mengimbau untuk pindah. "Tapi, mau pindah ke mana?" ujar Suhartini.

Meski selalu dihantui bangunan ambruk, petugas tetap memberikan pelayanan. Pasalnya, puskesmas ini berstatus induk dan membawahkan dua puskesmas pembantu, yakni Maruja dan Sumber Agung. Menurut Suhartini, pasien dilayani di bagian depan puskesmas. Pasien tidak boleh masuk ke ruangan dalam karena kondisi tidak aman. "Ngeri kalau di dalam, pasien dilayani di bagian depan puskesmas," kata Suhartini.

Namun, kondisi bangunan puskesmas tidak memengaruhi jumlah pasien. Jumlah pasien yang berobat bisa mencapai 40 orang per hari. Hal itu disebabkan fasilitas di Puskesmas Pinang Jaya lebih lengkap dibandingkan dengan puskesmas pembantu.

Sejak 1993, Puskesmas Pinang Jaya berstatus pembantu. Statusnya naik menjadi induk pada 1997. Puskesmas Induk Pinang Jaya memiliki dua tenaga bidan, satu perawat gigi, asisten apoteker, petugas laboratorium, petugas sanitasi, ahli gizi, dan dokter umum.

n PADLI RAMDAN/R-3

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010010923354413
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts