Senin, 11 Januari 2010 | 18:43 WIB
Laporan: Kasri
PEKANBARU, TRIBUN - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau, mempertanyakan kebijakan SMPN IV, yang melakukan penerimaan siswa, yang berasal dari sekolah dengan taraf pendidikan di bawah SMPN IV Pekanbaru.
Hal tersebut dikarenakan ketatnya persaingan untuk masuk ke sekolah itu di awal penerimaan siswa baru. "Waktu PSB, walimurid berebut-rebut ingin memasukkan anaknya ke sekolah ini. Namun karena nilainya tak mencukupi syarat, banyak di antara mereka tidak diterima. Kemudian dalam perjalannya, kok sekolah ini bisa menerima pindahan, tanpa melakukan proses seperti PSB," ujar Ketua YLKI Riau, Sukardi Alizahar.
Atas kebijakan itu, banyak para walimurid berpikiran negatif dan melaporkannya ke YLKI. "Apakah ini hanya modus para oknum sekolah, untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Ini yang akan kita selidiki," tambah Sukardi usai bertemu Plh Kepsek SMPN IV.
Pertemuan YLKI dengan Plh Kepsek SMPN IV masih dalam rangkain mengusut dugaan tersebut. Jika akhirnya terbukti ada permainan uang yang mengarak kepada gratifikasi (suap), maka pihaknya akan melanjutkan proses ini ke jalur yang tepat. (ans)
http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/11618/ylki-pertanyakan-bangku-kosong-di-smpn-14

Post a Comment