Selasa, 05 Januari 2010 | 16:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengatakan kenaikan tarif busway harus dibarengi dengan perbaikan kecepatan .
Menurut Tulus yang banyak dikeluhkan konsumen saat ini adalah waktu tempuh yang menurun. Tidak sesuai dengan janji diawal dulu, yang mengatakan waktu tempuh menggunakan busway akan lebih singkat.
Dia mencontohkan koridor VI rute Halimun-Ragunan yang awalnya bisa ditempuh dalam waktu 45 menit sekarang menjadi satu jam lebih.
"Yang menjadi keluhan sekarang waktu tempuh turun. Alasan teknis jalan tidak seusi rel tidak relevan. Harusnya jalur busway itu steril dari kendaraan lain," kata Tulus ketika dihubngi Tempo Selasa (5/1).
Jika Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ingin menaikkan tarif busway, lanjutnya, waktu tempuh wajib diperhatikan. Karena percuma saja jika nantinya tarif dinaikan tanpa ada perubuhan. "Tujuan menggunakan busway adalah singkatnya waktu tempuh. Harusnya ini menjadi komitmen," katanya.
Tulus mengatakan tren pelayanan Transjakarta saat ini menurun. Tapi, itu tidak berkaitan dengan tarif. Yang terpenting pengelola Transjakarta harus komitmen dengan waktu tempuh. "Kenapa saat ini tidak ada konsistensi dan sinergi," katanya.
Dia juga menyarankan Gubernur tidak mengurangi subsidi kepada busway. "Seberapapun tarifnya tetap harus ada subsidi. Masalahnya ini angkutan masal tetap harus harus ada subsidi," katanya.
Penambahan armada busway, menurut Tulus juga harus dilakukan. "Dari sini kenyamanan armada sudah tidak nyaman. Tidak nyaman karena overload, penumpangnya sudah maksimal tapi tetap dipaksakan," katanya. Tulus mengatakan Transjakarta harus dievaluasi.
Pasalnya saat ini sudah banyak kecelakaan besar yang melibatkan busway. Salah satunya bus yang terbakar pekan lalu. "Keselamatan konsumen juga terancam. Bus terbakar itu masalah serius. Masa dari dulu alasannya sama, ada konslet di bagian mesin," katanya.
Masalah koridor yang saat ini belum beroperasi, Tulus mengatakan, "Kalau memang konsisten, maka tidak ada alasan untuk tidak menambah koridor. Koridor baru merupakan bukti kalau mereka konsisten mengoperasikan busway," lanjutnya.
DANANG WIBOWO
http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2010/01/05/brk,20100105-217366,id.html

Post a Comment