Rabu, 24 Juni 2009
Korban Dijanjikan Uang Terima Kasih dan Digiring ke ATM
SEMARANG - Hati-hati jika menemukan cek bernilai miliaran rupiah tercecer di jalan. Sebaiknya, laporkan temuan itu ke pihak berwenang daripada menghubungi sendiri pemilik cek tersebut. Sebab, bisa jadi itu awal penipuan.
Kepala Desa Peniron Triono nyaris menjadi korban. Suatu hari, dia menemukan cek-cek senilai Rp 4,7 miliar tercecer di Jalan Raya Tembana-Peniron, Kecamatan Pejagoan, Semarang. Cek tersebut tersimpan dalam amplop tertutup berkop PT Wellindo Citra Indah yang beralamat di Jalan Kertajaya Indah Timur 14 C-9, Surabaya.
Selain cek, amplop berwarna cokelat itu berisi surat berharga lain. Salah satunya surat izin usaha perdagangan (SIUP) besar yang diatasnamakan PT Wellindo Citra Indah dengan total aset senilai Rp 20 miliar.
Triono tidak terkecoh. Sebab, sebelumnya dia membaca modus operandi penipuan seperti itu di surat kabar. "Begitu tahu ada cek dan SIUP dalam amplop tersebut, saya yakin itu penipuan. Makanya, saya sama sekali tidak tertarik untuk menghubungi nomor telepon yang ada di situ," bebernya.
Namun, tidak demikian Zainal Abidin. Saat jalan pagi di sekitar kompleks Angkatan Laut Tabaringan, dia menemukan amplop berisi cek senilai Rp 4,7 miliar, selembar sertifikat tanah yang berlokasi di Manokwari, Papua, dan surat berharga lain.
Karena ingin mengembalikan kepada sang pemilik, Zainal menghubungi nomor telepon dalam surat itu. Setelah berkomunikasi dengan pemilik cek, Zainal dipandu untuk menuju ke sebuah ATM. "Saya diminta mengirimkan nomor rekening untuk dikirimi uang sebagai biaya pengantaran cek dan dokumen tersebut ke Jakarta," papar Zainal.
Zainal lantas dipandu dalam menggunakan ATM dengan dalih uang yang ditransfer adalah dolar Singapura sehingga harus diubah menjadi rupiah melalui panduan si pemilik surat berharga tersebut. "Dia berjanji memberikan hadiah uang Rp 20 juta," tambahnya.
Zainal menyatakan baru sadar bahwa dirinya ditipu setelah keluar setruk bukti transfer dari ATM-nya di Bank Mandiri. Si pemilik dokumen menyuruh Zainal ke ATM dan memasukkan sejumlah angka-angka. Dia diberi pilihan menu dalam bahasa Inggris.
Zainal mengikuti instruksi tersebut. Dia kaget karena setruk yang keluar menyatakan bahwa dirinya mentransfer uang ke nomor rekening Bank Permata yang diatasnamakan Mirawati. Uang Rp 500 ribu pun amblas. "Sesudah mengikuti instruksi penipu melalui telepon, saya baru sadar telah ditipu. Sebab, setruk yang keluar justru menunjukkan bahwa saya telah mentransfer dana ke rekening penipu di Bank Permata," papar Zainal.
Kasatreskrim Polwiltabes Semarang Kompol Iskandar Z. Sitorus Pane mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan penipuan bermodus mencecerkan cek atau surat berharga seperti itu. "Sekarang, modus penipuan banyak sekali."(smu/jpnn/ruk)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment