Senin, 06 Juli 2009 | 15:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketika anak terlanjur didiagnosa dengan kelebihan berat badan sampai obesitas, ternyata juga berdampak pada orang tua. Berdasarkan sebuah penelitian di Harvard Medical School di Boston, terbukti banyak orang tua tak cukup percaya diri untuk mengubah perilaku anak guna mengurangi risiko obesitas. Padahal menurut para peneliti orang tua yang yakin bisa mengubah perilaku anak, benar-benar dibutuhkan anak.
Dr. Elsie M. Taveras dan para koleganya mensurvei 446 orang tua dari anak-anak usia 2-12 tahun yang mengalami kelebihan berat badan. Mereka ditanya seberapa yakin bisa mengubah perilaku anak yang berkaitan dengan masalah berat badannya. Perilaku yang dimaksud diantaranya membatasi menonton televisi, memindahkan televisi dari kamar anak, mengurangi konsumsi makanan cepat saji, mengurangi minuman manis, menambah aktifitas fisik, dan mengubah pola makan keluarga.
Para peneliti juga mensurvei dokter yang menangani anak-anak. Taveras dan koleganya kemudian melaporkan lewat jurnal Pediatrics edisi Juli 2009, bahwa rata-rata skor nilai orang tua yang percaya diri adalah 13 dengan nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 24.
Umumnya orang tua paling merasa tidak yakin mampu memindahkan televisi dari kamar anak, membatasi waktu menonton televisi dan mengubah pola makan keluarga. Sementara para dokter dan perawat anak, paling tidak yakin mampu memotivasi orang tua untuk menambah aktifitas fisik, membatasi waktu menonton televisi dan memindahkan televisi dari kamar anak.
Taveras dan para koleganya juga melaporkan skor kepercayaan diri justru tinggi pada orang tua dengan anak berberat badan normal, dibanding anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Skor juga lebih tinggi pada orang tua lulusan perguruan tinggi dibanding orang tua yang bukan lulusan perguruan tinggi.
Sebaliknya kepercayaan diri rendah pada orang tua yang anak-anaknya penonton berat televisi, atau mereka yang makan makanan cepat saji atau minuman manis. Tapi kepercayaan diri orang tua bisa tinggi, jika didampingi dokter anak atau perawat yang memotivasi mereka untuk mengubah perilaku anak.
REUTERS
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/07/06/brk,20090706-185464,id.html

Post a Comment