Wednesday, 22 July 2009 10:55
715 KK Tak Punya TPA, Plus Sampah dari Manado
MANADO—Tinggal 20 hari lagi pelaksanaan iven internasional Sail Bunaken, 12-20 Agustus, tapi kondisi Bunaken memprihatinkan. Lokasi yang bakal jadi tempat berlabuhnya ratusan kapal para tamu dari luar negeri itu dikepung sampah.
Pantauan wartawan koran ini, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) untuk 715 kepala keluarga (KK) yang menghuni Kelurahan Bunaken. Mereka terdiri dari 618 KK berdomisili di Pulau Bunaken dan Pulau Siladen 97 KK. “Memang masyarakat di sini bingung, tak tahu harus membuang sampah di mana. Jadi sesuka mereka membuang sampahnya. Termasuk mengumpul di pinggir pantai,” aku Pala Lingkungan V Kelurahan Bunaken, Hidayat Paransa.
Menurutnya sebenarnya ada TPA yang berada di lingkungan VI, namun itu jauh dari tempat tinggal penduduk, karena tak ada transportasi atau pun petugas sampah yang dipersiapkan. “Inilah memang menjadi problem tempat ini,” jelas Paransa yang ditemui akhir pekan lalu di Bunaken.
Namun begitu, tambah dia sampah kiriman dari Kota Manado, ikut andil penyuplai sampah ke Laut Bunaken. “Padahal waktu WOC lalu, dengan adanya kegiatan bersih-bersih laut yang dilakukan aparat pemerintah sempat mengurangi sampah hingga 70 persen. Namun untuk saat ini sudah mulai kembali seperti dulu,” katanya dengan wajah memelas.
Pemandangan yang tak kalah jorok juga terlihat di pesisir partai lokasi wisata Taman Laut Bunaken. Walaupun ada tong-tong sampah yang disediakan, justru terlihat kumpulan-kumpulan sampah di pinggir pantai hingga di sekitar areal perdagangan cenderamata. “Datang ke pantai itu, pasti ingin duduk-duduk di sekitar pantai. Jadi biar di dekat sampah tak apa lah,” aku Iwan, wisatawan domestik yang berasal dari luar daerah, yang bersama rombongannya duduk tak jauh dari kumpulan sampah.
Memang tak semua pesisir pantai di lokasi tersebut kotor. Yang berada di depan cottage selalu dijaga kebersihannya. “Kalau kami biasa membersihkan dua kali sehari, khusus depan cottage Bastianos,” aku seorang pria yang ditemui sedang mengangkat sampah dengan kereta dorong bersama seorang temannya.
Fasilitas WC umum yang juga belum ada di sekitar pesisir taman laut, menjadi kendala bagi para pengunjung. “Seharusnya fasilitas umum di lokasi wisata harus menjadi perhatian, apalagi jelang pelaksanaan Sail Bunaken,” kritik Irwan Djafar, warga Kota Manado yang pada Minggu lalu berkunjung ke tempat wisata laut itu.(ras)
http://www.mdopost.com/

Post a Comment