Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Lampu Merah 80, Hijau 15 Detik

Rabu, 22 Juli 2009 | 03:38 WITA

Durasi Traffic Light di Jl Pettarani-Jl Boulevard

Makassar, Tribun - Ketimpangan durasi pergantian lampu pengatur lalulintas (traffic light) di pertigaan ruas Jl AP Pettarani-Jl Boulevard Panakkukang, menjadi salah satu biang kemacetan di ruas jalan utama di kawasan jasa dan bisnis itu, sepekan terakhir.

Arus kendaraan dari Jl AP Pettarani lebih banyak dibanding yang melintas dari Jl Boulevard ke Pattarani. Tapi, lampu merah di Pettarani berdurasi 80 detik sedangkan perintah jalan saat lampu hijau menyala hanya 15 detik. Ini terlihat jelas di panel di lampu pengatur itu.
"Ini yang segera ditinjau ulang segera," kata Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel Lambang Basri Said, Rabu (21/7) mengomentari uji coba lampu pengatur lalulintas di ruas jalan akses utama dari dan ke Jl Urip Sumoharjo serta Jl Sultan Alauddin.
MTI menilai keberadaan lampu merah (traffic light) di perempatan Jl AP Pettarani dan Jl Boulevard sudah sesuai kebutuhan.Dia menggunakan kata "kebutuhan mendesak" menggambarkan rekayasa lalu lintas di jalan dengan enam lajur itu.
Peninjauan ulang durasi itu, katanya adalah upaya mematangkan perencanaan sekaligus mengoptimalkan waktu siklus dan fase (giliran kendaraan bergerak) di ruas jalan-jalan strategis yang ada di kota ini.
Hingga kemarin, uji coba traffic light di jalur padat kendaraan ini kembali menyebabkan kemacetan panjang. Penumpukan kendaraan terjadi mulai perempatan AP Pettarani-Boulevard hingga depan kantor Polresta Makassar Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muchtar Kasim mengakui tahap uji coba ini masih rentan dengan masalah teknis. Namun ia berjanji segera membenahi dan menempatkan petugas dinas perhubungan di lokasi uji coba, dan mengevaluasi kebijakan ini.
Di mata MTI, seluruh kendaraan dari pusat bisnis yang berdekatan perempatan Pettarani juga harus dialihkan ke Boulevard. Jalur kiri jalan juga tidak boleh ada persinggahan kendaraan," tambahnya.
Menurutnya, dengan kepadatan arus lalu lintas dan kondisi jalan di Kota Makassar keberadaan traffic light disejumlah titik baru sudah sangat mendesak.
Ditambah mayoritas kondisi jalan simpang menyudut dan tidak memiliki jari-jari. Di antaranya di persimpangan selatan Jl Racing Center dan Jl Abdullah Dg Sirua maupun Jl Abdullah Dg Sirua dan Jl Adyaksa Baru.(axa/rex)

Dulu Lancar, Kini Macet
PUKUL 13.30 wita, depan Ruko Ramayana, Jl AP Pettarani, Makassar, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat menumpuk di depan traffic light yang baru difungsikan akhir pekan lalu. Motor meluber sampai ke trotoar. Mobil tak sesuai lajur.
Suasana yang sama juga terlihat di seberang jalan, tepat di depan Kantor KPU Sulsel. Puluhan kendaraaan yang hendak berbelok kanan ke Jl Boulevard, Panakkukang dan terus ke Jl AP Pettarani, memanjang sampai ke depan Masjid HM Asyik atau sekitar 500 meter dari traffic light.
Tumpukan kendaraan salah satunya terjadi karena di rambu jalan itu, tidak tertera petunjuk bagi pengendara yang hendak berjalan lurus. Mereka ikut-ikutan singgah pada saat lampu merah, padahal seharusnya mereka boleh jalan terus kendati lampu merah menyala.
Uji coba yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Makassar semakain terasa menjengkelkannya pada jam-jam sibuk di Kota Makassar. Apalagi jika petugas parkir di pinggir jalan tak memperhatikan dampak kemacetan tersebut. Maka tunggu saja, kemacetan akan semakin parah jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.
Kemacetan seperti ini sebelumnya tidak pernah dirasakan oleh pengguna jalan. Sebelum adanya lampu jalan itu, kendaraan yang melintas tetap lancar. Saling pengertian antarasesama pengguna jalan, terlihat saat mereka melintas dan menyeberang.(muhammad irham)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/39970
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts