Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Jembatan Gantung Tellulimpoe Runtuh

Kamis, 09-07-09 | 21:25 | 7 View

Tim Koordinasi PNPM-MP Siap Biayai korban

WATAMPONE -- Jembatan Gantung Tellulimpoe Bone yang Runtuh, Senin 6 Juli terus ditangani instansi terkait. Namun keluarga korban tidak perlu resah. Tim koordinasi program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan (MP) Bone telah menyatakan kesiapan menanggung seluruh biaya rumah sakit sebelas korban.

Dari sebelah korban, dua di antaranya, Mahmud dan Latong harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Watampone. Sisanya menyusul jika dianggap parah dan harus dirawat di rumah sakit. Biaya yang ditanggung tim koordinasi PNPM MP, seperti tambahan bila biaya Jamkesmas milik korban tidak mencukupi.

Kepastian PNPM-MP bertanggungjawan akibat musibah itu ditegaskan Ketua Tim Koordinasi PNPM-MP, Drs H Abd Rahman Azis di Watampone, Rabu 8 Juli. Dia mengatakan, tim koordinasi akan bertanggung jawab pengobatan para korban.

"Kami siap bertanggung jawab. Jika dana PNPM-MP tidak cukup membantu biaya pengobatan bagi korban, maka secara pribadi, saya yang akan memberikan bantuan. Ini pertimbangan sosial. Saya persilahkan korban hubungi saya," tandasnya.

Menurut Rahman Azis, di antara sebelas korban, lima orang merupakan pekerja PNPM. Korban lain, anak-anak yang kebetulan bersama mereka saat jembatan runtuh. Itu pun menurut dia, hanya tiga orang yang luka parah. Yang lainnya hanya luka ringan.

"Dua sudah dibawa ke rumah sakit dan seorang lain mengalami luka di mata masih menunggu persetujuan keluarga. Korban itu sebelumnya menolak dibawa ke rumah sakit," tambahnya. Jembatan gantung yang menelan biaya Rp 154.466.000 tersebut dibangun November 2008 lalu.

Pembangunannya hingga kini sudah mencapai 80 persen. Runtuhnya jembatan tersebut disebabkan adanya bagian yang tidak terpasang kuat akibatnya tali penggantung jembatan lepas. Terlepasnya tali penggantung mengakibatkan korban yang mengerjakan pemasangan papan alas jembatan terjatuh ke sungai yang banyak batu. Lima orang merupakan pekerja dan enam lainnya anak anak. Sebagian korban mengalami luka di lengan, dada, kepala, kaki, dan mata. (arm)

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=63723
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts