Kamis, 9 Juli 2009 | 00:48 WITA
Makassar, Tribun - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mendesak kantor dinas pendapatan daerah (dispenda) untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak reklame.
"Yang perlu menjadi perhatian, reklame terus bertambah tapi pajaknya tidak menunjukkan angka yang baik. Seharusnya pajak reklame bertambah setiap tahun karena titik juga bertambah dengan signifikan," kata Ilham.
Ia meminta dispenda memberi perhatian khusus untuk reklame. Tidak menunggu papan reklame laku baru membayar pajak. Terkhusus munculnya banyak titik reklame bando baru, menurut Ilham, sudah mengantongi izin, namun, baru terbangun.
Dari pantauan Tribun, titik-titik reklame sampai bilboard berukuran raksasa kian bertambah di kota ini. Di sepanjang Jl Urip Sumoharjo sampai Jl Perintis Kemerdekaan, misalnya.
Begitupun titik iklan bando yang melintang di atas jalan semakin marak seperti tampak di Jl Cenderawasih, Jl Sungai Saddang Baru, Jl Hertasning Raya, sampai Jl Boulevard.
Kepala Dispenda Sabir L Ondo mengakui belum maksimalnya PAD dari sektor reklame disebabkan banyaknya titik baru yang belum memberi kontribusi. Kondisi tersebut terjadi karena meski kontruksi sudah terbangun belum mendapatkan pemasang iklan.
"Tetapi kita optimis untuk tahun ini bisa terealisasi. Kondisi tersebut terjadi karena titik reklame yang sudah terpasang belum dimanfaatkan pengiklan sehingga belum memberi pemasukan," jelasnya.
Menurutnya, September mendatang ditargetkan seluruh potensi pendapatan dari sektor reklame bisa terbayarkan. Potensi pajak reklame disebutkan mencapai Rp 160 miliar.(axa)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/37778

Post a Comment