Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Kebijakan Bangku Kosong Bikin Kisruh

[ Rabu, 08 Juli 2009 ]

Wali Murid Ramai-Ramai Nglurug Dispendik

SURABAYA - Ratusan wali murid menyerbu Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) di Jalan Jagir kemarin (7/7). Mereka memprotes kebijakan bangku kosong yang dinilai kurang transparan.

Awalnya, hanya ada beberapa wali murid yang datang. Mereka bertanya tentang peluang bangku kosong untuk anaknya. Semakin siang, wali murid yang datang makin banyak. Kebanyakan beranggapan bahwa siapa yang paling cepat mengetahui informasi bangku kosong, dialah yang berhak mengisinya.

''Saya sudah di sini dari tadi pagi, berharap bisa mengisi bangku kosong,'' ujar Achmad, ayah dari Yuswanto, lulusan SMP Bina Putra Surabaya.

Dalam penerimaan siswa baru (PSB) reguler, Yuswanto tidak lolos masuk di SMKN 2. Dia pun berspekulasi mencari bangku kosong di SMKN yang lain. Orang tuanya masih beranggapan bahwa bangku kosong bisa diisi oleh siswa yang paling cepat mengajukan diri untuk mengisi bangku kosong seperti yang berlaku tahun lalu. Tapi, PSB kali ini tidak bisa menggunakan cara seperti tahun lalu.

Hal serupa dilakukan Kasdran. Putranya yang bernama Miftahul Alim tidak diterima di SMKN 5 dengan nilai unas 34,90. Untuk itu, dia mencoba mencari peluang bangku kosong di SMK lain. Padahal, hal tersebut tidak mungkin. Dia hanya bisa mengisi bangku kosong di SMKN 5. Itu pun jika nilainya tertinggi daripada peserta lain yang juga menunggu bangku kosong.

''Ini tidak enaknya, kenapa SMK hanya boleh memilih satu sekolah. Tidak seperti SMA,'' ujar Kasdran setelah menerima penjelasan dari petugas Dispendik.

Meski telah dijelaskan berulang-ulang bahwa Dispendik tidak akan mengumumkan bangku kosong secara terbuka dalam bentuk apa pun, para orang tua tetap bertahan ''menduduki'' Kantor Dispendik. Bahkan, hingga petang, mereka masih menunggu berbagai kemungkinan yang terjadi di kantor penyelenggara PSB itu.

Protes juga dilakukan wali murid yang akan mendaftarkan putra-putrinya ke SMP. Misalnya, yang dilakukan Lila Isjan. Cucunya yang bernama Thasya Fitriadhea Febrista tidak bisa mengisi bangku kosong di subrayon 6 (SMPN 10, 32, 33). Padahal, nilai lulusan SDN Bubutan 7 itu adalah 24,50. Yang mengisi bangku kosong di subrayon 6 memilik nilai di bawah nilai Thasya. ''Aneh, cucu saya tidak masuk bangku kosong. Kenapa?'' ujar Lila dengan gusar.

Semakin sore, yang protes seperti Lila makin banyak. Nilai anaknya lebih tinggi, tapi tidak bisa mengisi bangku cadangan. Mereka panik karena waktu untuk mengisi bangku kosong hanya hingga pukul 17.00 kemarin.

''Ini bagaimana, saya ke sini (Dispendik Red) setelah pihak sekolah (di SR 6) tidak bisa menjelaskan duduk perkaranya. Tapi, kemudian disuruh ke sekolah lagi. Jangan melempar-lempar begitu, ini kan waktunya sudah mepet, tinggal sedikit lagi,'' ujar seorang wali murid berteriak-teriak marah kepada petugas Dispendik.

Protes wali murid itu tidak hanya dengan kata-kata. Beberapa sambil memukul-mukul meja karena tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari petugas. ''Ini menyangkut masa depan anak-anak. Bagaimana bisa, anak yang nilainya lebih tinggi kalah dengan anak yang nilainya lebih rendah,'' timpal wali murid yang lain.

Menanggapi berbagai protes wali murid itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dispendik Ruddy Winarko meminta agar para orang tua memahami dulu mekanisme pengisian bangku kosong. Pengisian bangku kosong dalam subrayon, kata Ruddy, untuk bangku kosong pada pilihan 1 diisi calon siswa yang diterima pada pilihan 2 dan bangku kosong untuk pilihan 2 diisi calon siswa yang diterima pada pilihan 3. Bangku kosong pada pilihan 3 diambil dari calon siswa di bawah passing grade yang telah ditetapkan berdasar ranking.

''Pengisian bangku kosong terbatas pada satu subrayon dan mengabaikan pilihan di luar subrayon,'' jelasnya.

Dia mencontohkan, si A terdaftar di subrayon 1. Pilihan pertamanya SMAN 2, sedangkan pilihan keduanya SMAN 3. Untuk sekolah di luar subrayon 1, dia memilih SMAN 19. Ternyata, dia tidak diterima di tiga sekolah itu. Maka, saat pengisian bangku kosong, dia hanya berkesempatan masuk ke SMAN 4 atau SMAN 2. Pilihan sekolah di luar subrayon tidak akan diperhitungkan. Misalnya, nilai terendah pengisi bangku kosong di subrayon 1 adalah 35,50, sedangkan nilai si A adalah 35,70. Maka, dia berhak mengisi bangku kosong.

''Kalau kasusnya seperti ini dan si A tidak tercantum sebagai pengisi bangku kosong, dia bisa protes ke Dispendik dan akan kami layani. Dia akan memperoleh haknya,'' tegas Ruddy. ''Tapi, kalau nilainya lebih tinggi daripada pengisi bangku kosong di subrayon 7 (wilayah SMAN 19 Red) tapi tidak lebih tinggi daripada subrayon 1, dia tetap tidak berhak mengisi bangku kosong karena pilihan di luar subrayon tidak kami perhitungkan,'' ujarnya.

Ruddy mengakui bahwa ada sedikit kesalahan yang dilakukan pihaknya. Yakni, para kepala sekolah yang menjadi kepala subrayon, ternyata, tidak terlalu mengerti mekanisme pengisian bangku kosong tersebut. Karena itu, ketika ada wali murid yang protes, kepala sekolah tersebut menyuruh untuk bertanya ke dinas. ''Hasilnya ya itu tadi, banyak orang marah-marah di Dispendik karena kepala sekolah tidak bisa memberikan penjelasan,'' tegasnya.

Ruddy juga meminta maaf karena data pengisian bangku kosong untuk jenjang SMK baru bisa di-upload pada pukul 15.00 kemarin. Padahal, seharusnya pukul 14.00 sudah terpampang di website PSB online. Untuk itulah, dia menyatakan telah menoleransi dengan melakukan pendaftaran hingga malam.

''Besok (hari ini Red) PSB online ditutup. Jadi, kalau masih ada bangku kosong, kami memberikan kewenangan pada sekolah,'' jelas mantan kepala SMKN 1 itu. (sha/ari)

http://www.jawapos.com/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts