Rabu, 08 Juli 2009
LOLU – Suplai daya listrik dari PLTU Mpanau Palu kurun beberapa hari terakhir ini terus berkurang karena kerusakan pada sistem penggilingan batubara. Akibatnya, PLTU yang berkapasitas 30 megawatt (MW) hanya mampu mensuplai daya antara 17-20 MW. “Bahkan tadi siang (Senin) hanya disuplai 12 MW. Kondisi ini membuat pemadaman tak terelakkan dan meluas di banding hari-hari sebelumnya. Kami belum bisa memastikan kapan kerusakan teratasi, yang jelas sedang diupayakan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) PLN Kota Palu, Petrus Walasari, di Kantornya, Senin kemarin.
Selain itu mesin unit 6 dan mesin unit 8 PLTD Silae dalam proses pemeliharaan sehingga hanya delapan mesin yang beroperasi dengan suplai ke Sistim Palu hanya 20MW. Sementara PLTD Parigi hanya mensuplai 3 MW sehingga maksimal suplai Sistim Palu hanya 40 MW.
“Beban puncak sendiri sekitar 48-49 MW sehingga PLN masih mengalami defisit 8-9 MW,” kata Petrus.
Turunnya pasokan daya PLTU Mpanau ini memperparah kondisi kelistrikan di sistim Palu karena saat ini pemadaman bergilir tidak hanya terjadi pada malam hari (beban puncak) tetapi juga siang hari.
PLN Palu, kata Petrus, berupaya memaksimalkan suplai daya yang dimiliki, terutama saat Pilpres yang tinggal sehari. “Masayarakat juga harus bisa diajak bekerja sama untuk menghemat listrik, sehingga Pilpres bisa berjalan lancar tidak ada pemadaman listrik dilakukan,” himbau Petrus (hamsing)
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2379&Itemid=1

Post a Comment