Selasa, 21-07-09 | 20:04
MAMUJU -- Pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat (Sulbar) belum maksimal. Sorotan beberapa LSM juga terus bermunculan. Satu di antaranya, sorotan disampaikan Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar.
Padahal pembangunan rumah sakit dimaksud sudah rampung sebagian. Juga telah menelan anggaran yang tidak kecil. Koordinator LAK, Muslim Fatillah Azis mengaku prihatin dengan belum beroperasinya rumah sakit tersebut. Seharusnya rumah sakit itu telah beroperasi maksimal mengingat pembangunannya telah menghabiskan anggaran sekira Rp 23 miliar lebih.
Sudah saatnya lanjutnya, rumah sakit itu sudah melayani keluhan dan penyakit yang dialami masyarakat. Atau pelayanan medis yang masih lebih banyak dirujuk keluar Mamuju sudah tidak lagi dilakukan. "Sampai saat ini, tak seorang pun masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan rumah sakit tersebut," keluh Muslim.
Patut dikhawatirkan menurut Muslim, mengingat pengoperasian rumah sakit dimaksud tak kunjung terlihat. Bahkan makin banyak pasien yang mesti dirujuk ke luar daerah. Padalah masyarakat berharap rumah sakit itu menjadi representatif.
Dalam catatannya, rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas lima hektare itu baru melayani dua kali pengobatan massal masyarakat berupa operasi bibir sumbing dan katarak. "Padahal masyarakat kan ingin pelayanan lebih dari itu," tambahnya.
Jika pengoperasian rumah sakit itu terus mulur, maka Muslim mencurigai ada apa-apa di balik penundaannya. Karena itu, dia menyatakan, LAK bersiap melakukan investigasi dengan mengumpulkan bukti kemungkinan adanya penyimpangan dalam pembangunan rumah sakit tersebut. (nur)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=64757

Post a Comment